Berkat Inovasi Polres Tulungagung, Kampung Tangguh Bolorejo Dipuji Forkopimda Jatim

Minggu, 07 Juni 2020 - 22:31 WIB
Pos Digital Astuti dan aplikasi Kampung Tangguh dapat mempermudah komunikasi antara masyarakat dengan polisi. Dia mencontohkan masyarakat yang membutuhkan pengawalan jenazah Covid-19 dapat menggunakan aplikasi Kampung Tangguh Semeru. Aplikasi ini dapat diunduh di Playstore ponsel android sehingga polisi bisa cepat merespons jika ada kejadian di lapangan.

“Kampung Tangguh ini juga dilengkapi ruang isolasi, ruang pemeriksaan kesehatan, kelengkapan tanggap bencana, lumbung desa, dan hasil produk-produk bank sampah,” ungkapnya.

Sebelum Kampung Tangguh di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, tercatat sebanyak 122 orang dinyatakan Orang Dalam Pemantauan (ODP), tiga orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan dua orang positif Covid-19. Namun, setelah ada Kampung Tangguh di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, angka ODP, PDP, dan positif menjadi nihil.

Apresiasi serupa juga diungkapkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Adanya sistem keamanan kampung yang memanfaatkan teknologi digital menjadi keunggulan tersendiri bagi Kampung Tangguh Desa Bolorejo.

Itu sebabnya, dia berharap inovasi yang dilakukan Polres Tulungagung untuk memutus penyebaran Covid-19 juga dapat diaplikasikan di desa-desa yang lain.

Selain itu, Khofifah juga meminta agar Kampung Tangguh yang sudah terbentuk, termasuk Kampung Tangguh Semeru di Desa Bolorejo tidak hanya berfungsi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, tetapi ke depannya dapat difungsikan dengan cakupan yang lebih luas.

“Jadikanlah Kampung Tangguh Semeru menjadi kampung yang mampu menjaga ketangguhan berbagai lini, mulai dari segi sosial, stabilitas nasional, dan lainnya sehingga guyub rukun dan solidaritasnya harus terus dijaga,” ujar Khofifah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!