Tur 10 Negara, Kementan Sukses Kontrak Dagang Senilai Rp4,7 Triliun
Rabu, 01 Desember 2021 - 16:36 WIB
Ia yang sudah hampir satu dekade berbisnis industri karet berupa ban ini, berencana akan menginvestasikan dananya sebesar USD600 juta untuk budidaya kapas dan olahannya.
Menurutnya, harga komoditas pertanian di Indonesia relatif lebih murah dibandingkan dengan China. Dan dari segi kualitas juga sangat baik dan terjaga.
Baca Juga: Kementan Lepas Young Farmer Leaders Training ke Jepang untuk Belajar Agribisnis Modern
"Buat saya, Indonesia adalah negara kedua bagi saya, dan saya sudah melihat potensi yang besar pada pertaniannya," tambahnya lagi.
Sebagai informasi, sesaat sebelumnya empat perusahaan eksportir kopi tanah air telah berhasil membukukan kontrak dagang dengan total nilai Rp366,7 Miliar. Dan dengan penambahan enam komitmen kontrak dagang baru senilai Rp4,4 triliun, maka menggenapkan total kontrak dagang tim tur promosi Kementan di 10 negara, Odicoff di Kairo, Mesir sebanyak Rp4,7 Triliun.
Menurutnya, harga komoditas pertanian di Indonesia relatif lebih murah dibandingkan dengan China. Dan dari segi kualitas juga sangat baik dan terjaga.
Baca Juga: Kementan Lepas Young Farmer Leaders Training ke Jepang untuk Belajar Agribisnis Modern
"Buat saya, Indonesia adalah negara kedua bagi saya, dan saya sudah melihat potensi yang besar pada pertaniannya," tambahnya lagi.
Sebagai informasi, sesaat sebelumnya empat perusahaan eksportir kopi tanah air telah berhasil membukukan kontrak dagang dengan total nilai Rp366,7 Miliar. Dan dengan penambahan enam komitmen kontrak dagang baru senilai Rp4,4 triliun, maka menggenapkan total kontrak dagang tim tur promosi Kementan di 10 negara, Odicoff di Kairo, Mesir sebanyak Rp4,7 Triliun.
(agn)
Lihat Juga :