Korban Helikopter Jatuh Kapten Cpn Fredy Vebryanto Dimakamkan di Sleman

Minggu, 07 Juni 2020 - 13:42 WIB
Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072 Pamungkas Yogyakarta, Mayor Arh Mespan Haryadi mengatakan, almarhum dikenal ahli menerbangkan pesawat-pesawat milik TNI AD. Hal ini tak terlepas dari pendidikan militer yang dijalani warga yang tinggal di Perum Permata Ngijo, Gunungpati, Kota Semarang itu, seperti pernah belajar tentang Heli Bell-205 A-1 saat menjalani kursus penerbang (Susbang) II tahun 2012 yang diikutinya setahun setelah menjadi pendidikan militer perdananya pada kursus penerbang dasar (Susbangsar).

"Almarhum pernah ikut Suspabang (kursus perwira penerbang) I MI-17 V5 pada 2020 dan pernah pula ditugaskan ke Papua pada 2018 lalu," kata Mespan. (Baca juga: Helikopter Milik TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Tewas 5 Luka )

Seperti diberitakan, Sabtu (6/6/2020) pukul 14.30 WIB, Helikopter MI-17 milik TNI AD yang membawa sembilan penumpang jatuh di KIK Kaliwunggu, Kendal. Helikopter dengan nomor registrasi HA 5141 tersebut sedang melaksanakan misi latihan terbang di Pusat Pendidikan Penerbang AD, Semarang. Misi ini sebagai bagian dari program Pendidikan Calon Perwira Penerbang 1.

Dalam kejadian itu empat penumpang meninggal. Tiga menghembuskan napas di lokasi kejadian dan satu saat dilarikan ke rumah sakit. Mereka yang meninggal adalah Kapten Cpn Kadek, Kapten Cpn Fredi, Kapten Cpn Y Hendro, dan Lettu Cpn Wisnu. Sementara korban luka-luka adalah Lettu Cpn Vira Yudha, Praka Nanang, Praka Rofiq, Praka Supriyanto, dan Praka Andik.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!