Mei 2020 Deflasi, BI Jabar Sebut Perlu Cermati Ekonomi Jawa Barat

Minggu, 07 Juni 2020 - 12:05 WIB
Herawanto menuturkan, deflasi menunjukkan rendahnya harga komoditas. Kondisi itu dikhawatirkan akan menurunkan gairah produsen untuk berproduksi. Seperti petani enggan menanam, nelayan enggan berlayar, atau peternak yang kehilangan gairah memproduksi ayam atau telur.

Sektor produksi, tutur Kepala BI Jabar, mesti mengkalkulasi ongkos produksi, operasioanal, keuntungan, dan lainnya untuk menetapkan harga. Dnegan harga terukur, mereka akan mendapatkan keuntungan.

"Kita tetap kill the virus (melawan COVID-19), tapi tetap dorong agar ekonomi jalan. Kami sangat apresiasi pemerintah daerah yang cepat melakukan PSBB dan evaluasi sehingga sekarang menuju penormalan kembali," tutur Herawanto.

Sementara itu, Kepala Grup Advisory Pengembangan Ekonomi BI Jabar Pribadi Santoso juga menekankan pentingnya produksi tetap jalan, seiring upaya meningkatkan konsumsi masyarakat.

Sebab jika permintaan kurang, produksi terhenti, ungkap Pribadi, akan menyebabkan lonjakan inflasi. "Jangan sampai kalau enggak ada produksi, nanti harga naik. Sementera harga beli lagi terbatas. Jadi jangan sampai produksi sampai terhenti," pungkas Pribadi.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!