Soal Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama, Kiai Sepuh Serahkan ke Rais Aam

Kamis, 25 November 2021 - 21:18 WIB
Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Anwar Manshur berkomunikasi dengan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar mematangkan persiapan Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU), Kamis (25/11/2021). Foto/Dok.SINDOnews
SURABAYA - Tahapan dan persiapan menuju Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) termasuk kepastian jadwal muktamar akan dimulai terus dimatangkan. Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Anwar Manshur berkomunikasi tentang hal ini dengan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, Kamis (25/11/2021).

Informasi mengenai komunikasi antara dua kiai senior ini, dibenarkan Ketua PBNU, Saifullah Yusuf. "Saya dapat informasi, alhamdulillah, pagi ini Kiai Anwar Manshur sudah berkomunikasi dengan Kiai Miftachul Akhyar, Rais Aam," kata Gus Ipul, sapaannya menjawab soal pertemuan sejumlah kiai di Jakarta belum lama ini.Baca juga: Ketua Ikatan Habaib Nahdlatul Ulama Dukung Habib Luthfi Jadi Rais Aam PBNU



Intinya, lanjut Gus Ipul, Kiai Anwar Manshur yang menjadi bagian dari pertemuan tersebut menyerahkan sepenuhnya semua tahapan termasuk jadual muktamar kepada Rais Aam PBNU. Sebab, lanjut Gus Ipul, Rais Aam pasti lebih paham soal tersebut.

"Jadi, Kiai Anwar Manshur akan mengikuti semua apa yang akan diputuskan oleh Rais Aam sebagai pemegang komando PBNU," ujarnya.

Mengenai berita bahwa ada sejumlah kiai senior yang menyarankan penyelenggaraan Muktamar Ke-34 NU ditunda hingga akhir Januri 2022 dinilai Gus Ipul sebagai sesuatu yang normal. Sebagai bentuk saran dan masukan, katanya, apa yang disampaikan para sesepuh NU harus harus dilihat sebagai dinamika normal menjelang muktamar.

"Tentu saja, itu semua adalah dinamika yang normal. Itu akan menjadi saran dan harus diapresiasi," kata Gus Ipul.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!