Webinar LTN NU: Ini Pandangan 3 Tokoh NU Soal Islam Nusantara

Sabtu, 06 Juni 2020 - 20:16 WIB
Dalam paparannya, Drs KH Dawamudin Masdar MAg menterjemahkan Islam Nusantara sebagai Islam rahmatan lil'alamin, teknik mengkomunikasikan dan mendakwahkan nilai-nilai Islam yang fleksibel bersinggungan dengan kultur luhur Nusantara. "Misalnya tradisi Islam Nusantara yang hidup di Kebumen dan sekitarnya seperti jaburan, takbiran, salawatan, dan lainnya," kata Kiai Dawam dalam paparannya.

Syahbudi mengawali paparannya dengan mencermati pergerakan model dakwah online yang dilakukan sejumlah tokoh, termasuk hasil survei sebuah lembaga. Syahbudi melihat sumber legitimasi keagamaan seringkali tidak linier, temuan sekuler seringkali dipergunakan untuk membenarkan paham keagamaan, dan terjadi seleksi dinamis di ruang media publik.

"Media online mengubah cara pandang penganut agama terhadap agamanya. Terjadi pergeseran dari ketaatan ideologis kepada mekanisme pasar," paparnya.

Syahbudi lebih menempatkan pengertian new normal world sebagai perubahan tata adaptasi terhadap kenormalan baru yang banyak dipengaruhi protokol kesehatan akibat pandemi COVID-19. Protokol kesehatan ini dapat menjadi semacam kalimatun sawa' kesamaan platform bagi LTN NU melakukan ijtihad jurnalistik dan transformasi Islam yang lebih fresh melalui penguatan berjejaring.

Hari Usmayadi MKom MM mengakui tantangan dakwah memang berat, termasuk dakwah online. Tokoh muda NU yang biasa dipanggil Cak Usma menularkan strategi pentingnya berjejaring secara konsisten. LTN PBNU sudah melakukannya dengan mengembangkan NU Online, NU Channel, dan lainnya, termasuk mendorong pengurus daerah untuk berjejaring konsisten.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!