Ada Akselesari Pemulihan Ekonomi, Tahun 2022 Inflasi di Sulut Diprediksi Meningkat

Kamis, 25 November 2021 - 11:43 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara, Arbonas Hutabarat. Fotoi/MPI/Subhan Sabu
MANADO - Adanya akselerasi pemulihan ekonomi daerah, diperkirakan dapat meningkatkan laju inflasi di Sulawesi Utara, pada tahun 2020 mendatang. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara, juga memprediksi konsumsi rumah tangga akan membaik.

Baca juga: Selama Oktober 2021, Inflasi Surabaya Tertinggi se-Jawa Timur



Membaikknya konsumsi rumah tangga, diperkirakan juga akan mendorong kenaikan permintaan terhadap komoditas-komoditas pangan strategis. Sementara, berkurangnya stimulus pemerintah diperkirakan akan memberikan tekanan inflasi terutama pada tarif angkutan udara dan tarif listrik, di samping kenaikan gradual harga sub kelompok tembakau.

"Memperhatikan hal-hal tersebut, inflasi tahun 2021 kami perkirakan tetap berada pada rentang 3,0 ± 1 persen (yoy). Sementara itu, meskipun meningkat, tekanan inflasi untuk tahun 2022 kami perkirakan masih akan terkendali pada rentang 3,0 ± 1 persen (yoy) baik di Manado maupun Kotamobagu," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Arbonas Hutabarat, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Aksi Perundungan dan Pengeroyokan Remaja Kembali Gemparkan Kota Malang
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!