Bangun Jalur Rel Kereta Api, Jawa Timur Jajaki Kerjasama dengan Bank Pembangunan Jerman
Selasa, 23 November 2021 - 22:40 WIB
“Ini menjadi kebutuhan dari konektivitas di wilayah Gerbangkertasusila, sekaligus melaksanakan salah satu dari mandat Perpres No. 80 Tahun 2019 yaitu membangun konektivitas transportasi publik di wilayah Gerbangkertasusila. Mengenai hal ini sudah pernah berdiskusi dengan beberapa menteri sampai dengan Bapak Presiden Jokowi. Apakah ada yang elevated, underground, atau menggunakan rel yang ada?” jelas Khofifah.
Khofifah menyebut, dari pemaparan yang disampaikan KwF atau Bank Pembangunan Jerman akan ada beberapa format pembangunan SRRL wilayah Gerbangkertosusila. Pertama jalur Stasiun Gubeng-Sidoarjo. Kedua jalur Stasiun Gubeng-Stasiun Kota-Stasiun Pasar Turi. Selanjutnya Lamongan-Gresik, Gubeng - Mojokerto. Sementara format pembiayaan yang disampaikan yaitu hibah dan pinjaman (loan).
Baca juga: Bayi Tabung Lahir di Surabaya dari Embrio yang Tersimpan Selama 6 Tahun
Sebagai informasi, rencana total pembiayaan pembangunan SRRL Fase 1 rencananya mencapai USD337.977.800. Dengan rincian terdiri dari total hibah sebesar USD 89.222.800 dan pinjaman (loan) 248.755.000. Olaf Georke, kata dia, telah berkomunikasi dengan Menkeu dan Menteri Bappenas.
Selanjutnya akan dilakukan komunikasi dengan Wali Kota Surabaya beserta jajaran terkait pembangunan ini. “Setelah selesai semua, baru pihak KfW akan menyampaikan untuk mendapat persetujuan dari Bank Pembangunan Jerman baik membantu lewat hibah maupun loan,” kata Khofifah.
Khofifah menyebut, dari pemaparan yang disampaikan KwF atau Bank Pembangunan Jerman akan ada beberapa format pembangunan SRRL wilayah Gerbangkertosusila. Pertama jalur Stasiun Gubeng-Sidoarjo. Kedua jalur Stasiun Gubeng-Stasiun Kota-Stasiun Pasar Turi. Selanjutnya Lamongan-Gresik, Gubeng - Mojokerto. Sementara format pembiayaan yang disampaikan yaitu hibah dan pinjaman (loan).
Baca juga: Bayi Tabung Lahir di Surabaya dari Embrio yang Tersimpan Selama 6 Tahun
Sebagai informasi, rencana total pembiayaan pembangunan SRRL Fase 1 rencananya mencapai USD337.977.800. Dengan rincian terdiri dari total hibah sebesar USD 89.222.800 dan pinjaman (loan) 248.755.000. Olaf Georke, kata dia, telah berkomunikasi dengan Menkeu dan Menteri Bappenas.
Selanjutnya akan dilakukan komunikasi dengan Wali Kota Surabaya beserta jajaran terkait pembangunan ini. “Setelah selesai semua, baru pihak KfW akan menyampaikan untuk mendapat persetujuan dari Bank Pembangunan Jerman baik membantu lewat hibah maupun loan,” kata Khofifah.
Lihat Juga :