Raden Wijaya Pewaris Hak Tahta Kerajaan Sunda Galuh, Pendiri Kerajaan Majapahit

Senin, 22 November 2021 - 05:02 WIB
Pemberontakan ini tercatat dalam prasasti Kudadu tahun 1292 M. Informasi dalam prasasti ini juga dikuatkan oleh Pararaton yang mengisahkan siasat Jayakatwan mengelabui pasukan Raden Wijaya. Diceritakan bahwa Jayakatwang mengirim pasukan bernama Jaran Guyang untuk menyerbu Singasari. Siasat Jayakatwang adalah mengirim pasukan berjumlah kecil itu dan ditempatkan di bagian utara Singasari.

Raja Kertanegara yang mendengar ada penempatan pasukan di bagian utara, langsung memerintahkan Senopati Raden Wijaya yang tidak lain adalah menantunya untuk memimpin pasukan Singasari menumpas serangan pasukan Jayakatwang. Baca juga: Siasat Jayakatwang Hancurkan Singasari Lewat Serangan 2 Arah, dan Bunuh Kertanagara saat Pesta Terlarang

Tidak dicurigai sedikitpun bahwa pergerakan Jaran Guyang hanya untuk mengalihkan perhatian pasukan istana. Pasukan Raden Wijaya memang berhasil menghalau Jaran Guyang. Namun, saat mereka fokus mengabisi musuh, istana diserbu pasukan besar-besaran Jayakatwang. Dalam serangan ini, istana hancur oleh pasukan pemberontak Jayakatwang. Raja Kertanegara terbunuh.

Mendengar kabar bahwa raja sudah tewas dan istana dihancurkan, pasukan Raden Wijaya tercerai-berai. Raden Wijaya melarikan diri bersama beberapa pengikut setianya seperti Nambi, Kebo (Mahisa) Anabrang, Lembu Sora, dan Dharmaputra seperti Ra Kuti Ra Semi, Ra Tanca, dan Ra Wedeng.

Raden Wijaya terus dikejar pasukan Kedori, hingga ia memilih lari ke arah timur. Dengan bantuan kepala desa Kudadu, ia berhasil menyeberangi Selat Madura untuk bertemu Arya Wiraraja penguasa Songeneb (nama lama Sumenep).

Mendirikan Kerajaan Majapahit

Dalam Babad Tanah Jawi disebutkan pendiri Kerajaan Majapahit bernama Jaka Sesuruh putra Prabu Sri Pamekas raja Pajajaran, yang juga terletak di kawasan Sunda. Jaka Sesuruh melarikan diri ke timur karena dikalahkan saudara tirinya yang bernama Siyung Wanara. Ia kemudian membangun kerajaan Majapahit dan berbalik menumpas Siyung Wanara.

Jelas, yang dimaksudkan Bababt Tanah Jawi adalah Raden Wija. Meski dikejar pasukan Jayakatwang, Raden Wijaya terus berupaya untuk mengalahkan musuhnya. Bersama Arya Wiraraja, Raden Wijaya merencanakan siasat untuk menguasai kembali takhta kerajaan yang dikuasai Jayakatwang. Wijaya membuat kesepakatan dengan Wiraraja bahwa jika berhasil mengalahkan Jayakatwang, maka daerah kekuasaannya akan dibagi dua untuk dirinya dan Wiraraja.

Oleh Wiraraja disampaikanlah niat Raden Wijaya kepada Jayakatwang. Disampaikannya bahwa Raden Wijaya hendak menyerah kalah. Jayakatwang yang telah membangun kembali negeri leluhurnya, yaitu kerajaan Kadiri menerimanya niat itu. Jayakatwang lalu mengirim utusan untuk menjemput Raden Wijaya di pelabuhan Jungbiru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!