Isu Adanya Sabotase Kebakaran Tangki Kilang Minyak Cilacap Melukai Pekerja Pertamina
Jum'at, 19 November 2021 - 09:35 WIB
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia Jakarta menanggapi peristiwa terbakarnya tangki Pertalite di kilang minyak milik PT Pertamina RU IV di Cilacap, Jawa Tengah beberapa hari yang lalu. (Ist)
CILACAP - Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta menanggapi peristiwa terbakarnya tangki Pertalite di kilang minyak milik PT Pertamina RU IV di Cilacap, Jawa Tengah beberapa hari yang lalu.
SPPSI Jakarta menyatakan bahwa tuduhan adanya unsur kesengajaan sebagai penyebab terbakarnya tangki kilang minyak di Cilacap sebagai fitnah yang sangat keji dan tidak berdasar, sehingga telah melukai dan menyakiti hati Pekerja Pertamina. Demikian dikatakan Ketua Umum SPPSI Jakarta, Muhamad Anis.
Dalam kondisi pandemik 2 tahun terakhir, disaat sebagian pekerja perusahaan lain melaksanakan WFH, sebagian besar pekerja Pertamina di kilang-kilang, di depot-depot, di pelosok hutan maupun di tengah laut, tetap bekerja mengamankan pasokan energi untuk negeri ini.
"Mereka tetap bekerja berjibaku bertaruh nyawa dengan COVID-19 walaupun tidak ada insentif khusus dari perusahaan sebagai kompensasi atas situasi yang tidak normal tersebut, namun mereka tetap bekerja dengan ikhlas," ujar Anis.
Ketika terjadi insiden kebakaran tanki, sebagian dari mereka bertambah-tambahlah kesusahannya. Trauma akibat kebakaran itu sendiri ditambah lagi harus menjalani pemeriksaan baik internal maupun eksternal oleh pihak berwajib yang berlangsung berhari-hari sangat menekan dan menguras energi fisik dan mental mereka.
SPPSI Jakarta menyatakan bahwa tuduhan adanya unsur kesengajaan sebagai penyebab terbakarnya tangki kilang minyak di Cilacap sebagai fitnah yang sangat keji dan tidak berdasar, sehingga telah melukai dan menyakiti hati Pekerja Pertamina. Demikian dikatakan Ketua Umum SPPSI Jakarta, Muhamad Anis.
Dalam kondisi pandemik 2 tahun terakhir, disaat sebagian pekerja perusahaan lain melaksanakan WFH, sebagian besar pekerja Pertamina di kilang-kilang, di depot-depot, di pelosok hutan maupun di tengah laut, tetap bekerja mengamankan pasokan energi untuk negeri ini.
"Mereka tetap bekerja berjibaku bertaruh nyawa dengan COVID-19 walaupun tidak ada insentif khusus dari perusahaan sebagai kompensasi atas situasi yang tidak normal tersebut, namun mereka tetap bekerja dengan ikhlas," ujar Anis.
Ketika terjadi insiden kebakaran tanki, sebagian dari mereka bertambah-tambahlah kesusahannya. Trauma akibat kebakaran itu sendiri ditambah lagi harus menjalani pemeriksaan baik internal maupun eksternal oleh pihak berwajib yang berlangsung berhari-hari sangat menekan dan menguras energi fisik dan mental mereka.
Lihat Juga :