Alat Swab Antigen Dikuasai Asing, Pengusaha Lokal dan Buruh di Bekasi Menjerit
Kamis, 18 November 2021 - 12:35 WIB
Berdasarkan hasil perundingan dengan pihak manajemen, kondisi perusahaan tengah lesu. Kendati di tengah pandemi persoalan kesehatan sangat diprioritaskan, namun pabrik pembuatan peralatan kesehatan ini justru kekurangan pesanan.
"Memang sekarang banyak produk yang dipakainya itu yang impor padahal kan di kami ada. Kami berharap Presiden Jokowi mendengar supaya bisa mengutamakan produksi alat kesehatan dalam negeri ketimbang alat kesehatan impor," kata Owi.
Manajemen PT Sri Tita Medika tidak memungkiri perusahaannya sedang terpuruk menyusul sulitnya pendistribusian alat kesehatan. Produksi alat swab dalam negeri tidak digunakan karena lebih banyak impor. "Perusahaan sedang berusaha mendapatkan pasar untuk dipasok. Tapi, kondisinya saat ini banyak produk yang malah dari luar negeri sedangkan produk dalam negeri justru tidak dipakai padahal secara kualitas kami lebih baik dan harganya lebih terjangkau," ujar General Manager PT Sri Tita Medika Heru Purnomo.
Dia menyayangkan banyak pihak yang lebih memilih menggunakan produk impor untuk kebutuhan tes PCR maupun antigen. Bahkan, alat impor itu digunakan oleh BUMN yang bergerak di bidang transportasi seperti di stasiun dan bandara. Padahal, seharusnya perusahaan pelat merah mendukung penggunaan produk dalam negeri.
Baca juga: Buruh Ngotot Upah Tahun 2022 Naik 10 Persen, Pengusaha Minta Ditunda
"Memang sekarang banyak produk yang dipakainya itu yang impor padahal kan di kami ada. Kami berharap Presiden Jokowi mendengar supaya bisa mengutamakan produksi alat kesehatan dalam negeri ketimbang alat kesehatan impor," kata Owi.
Manajemen PT Sri Tita Medika tidak memungkiri perusahaannya sedang terpuruk menyusul sulitnya pendistribusian alat kesehatan. Produksi alat swab dalam negeri tidak digunakan karena lebih banyak impor. "Perusahaan sedang berusaha mendapatkan pasar untuk dipasok. Tapi, kondisinya saat ini banyak produk yang malah dari luar negeri sedangkan produk dalam negeri justru tidak dipakai padahal secara kualitas kami lebih baik dan harganya lebih terjangkau," ujar General Manager PT Sri Tita Medika Heru Purnomo.
Dia menyayangkan banyak pihak yang lebih memilih menggunakan produk impor untuk kebutuhan tes PCR maupun antigen. Bahkan, alat impor itu digunakan oleh BUMN yang bergerak di bidang transportasi seperti di stasiun dan bandara. Padahal, seharusnya perusahaan pelat merah mendukung penggunaan produk dalam negeri.
Baca juga: Buruh Ngotot Upah Tahun 2022 Naik 10 Persen, Pengusaha Minta Ditunda
Lihat Juga :