Maksimalkan Program Guru dan Sekolah Penggerak, Bobby Nasution Tingkatkan Mutu Pendidikan Kota Medan
Senin, 15 November 2021 - 18:26 WIB
Upaya Bobby Nasution untuk meningkatkan mutu pendidikan mendapat apresiasi dari akademisi sekaligus guru besar Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Syawal Gultom. Sebab, upaya yang dilakukannya itu dinilai memiliki komitmen yang luar biasa terhadap program guru dan sekolah penggerak. Dikatakannya, meningkatkan kualitas guru identik dengan meningkatkan kualitas pembelajaran yang akan bermuara pada peningkatan lulusan.
"Langkah dan upaya Pak Wali ini harus diapresiasi. Sebab, Pak Wali memiliki komitmen yang luar biasa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Kota Medan. Saya berkeyakinan semua komponen akan sangat mendukung komitmennya tersebut," ungkap Syawal.
Selanjutnya terkait program MDTA yang juga akan diterapkan Bobby Nasution Syawal menilai merupakan suatu langkah yang sangat strategis. Sebab, pendidikan untuk membaca Al Qur'an itu harus dimulai sejak dini. Dengan penerapan program MDTA tersebut, jelasnya, tentunya akan lebih mudah menanamkan nilai-nilai dan karakter yang sangat diperlukan anak-anak ke jenjang pendidikan berikutnya.
"Pak Wali sangat memahami bahwa periode penanaman integritas hanya dapat dilakukan di usia 0-5 dan 6-12 tahun. Saya berharap mudah-mudahan Pak Wali tetap sehat-sehat sehingga terjaga kualitas dan sustainability dari program-program yang beliau jalankan," katanya.
"Langkah dan upaya Pak Wali ini harus diapresiasi. Sebab, Pak Wali memiliki komitmen yang luar biasa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Kota Medan. Saya berkeyakinan semua komponen akan sangat mendukung komitmennya tersebut," ungkap Syawal.
Selanjutnya terkait program MDTA yang juga akan diterapkan Bobby Nasution Syawal menilai merupakan suatu langkah yang sangat strategis. Sebab, pendidikan untuk membaca Al Qur'an itu harus dimulai sejak dini. Dengan penerapan program MDTA tersebut, jelasnya, tentunya akan lebih mudah menanamkan nilai-nilai dan karakter yang sangat diperlukan anak-anak ke jenjang pendidikan berikutnya.
"Pak Wali sangat memahami bahwa periode penanaman integritas hanya dapat dilakukan di usia 0-5 dan 6-12 tahun. Saya berharap mudah-mudahan Pak Wali tetap sehat-sehat sehingga terjaga kualitas dan sustainability dari program-program yang beliau jalankan," katanya.
(atk)
Lihat Juga :