Sultan Mahmud Malik Az-Zahir, Raja Samudera Pasai dalam Catatan Ibn Battuta

Kamis, 11 November 2021 - 07:22 WIB
Baca: Kelihaian Gajah Mada Taklukan 2 Kerajaan Besar, Samudera Pasai dan Sunda

Tidak hanya dibilang ilmu pengetahuan agama Islam, Kerajaan Samudera Pasai juga dikenal sebagai pusat perdagangan di Selat Malaka, hingga akhir abad ke-13. Terutama, karena kerajaan ini mengeluarkan mata uang sendiri.

Pendahulu Sultan Mahmud Malik Az-Zahir, yaitu Sultan Malik al-Zahir yang memerintah pada 1297-1326 Masehi, tercatat sebagai orang yang pertama kali mengeluarkan mata uang emas dirham sebagai alat perdagangan.

Tradisi itu diteruskan, pada masa Sultan Mahmud Malik Az-Zahir berkuasa. Hingga kini, mata uang tersebut tercatat sebagai yang paling tua, yang pernah dikeluarkan oleh kerajaan Islam yang ada di Asia Tenggara.

Baca: Pengganti Gajah Mada, Mahapatih Enggon yang Tak Tegas Sebabkan Kehancuran Majapahit

Tentang mata uang ini, dicatat oleh Tome Pires, pada 1513-1515. Dituliskan, bahwa peredaran mata uang di beberapa kerajaan digunakan sebagai alat tukar barang dalam perdagangan di berberapa pusat kota dan kerajaan.

Dari 11 mata uang dirham yang ditemukan, beberapa diantaranya memuat nama Sultan Muhammad Malik Az-Zahir, Sultan Ahmad, dan Sultan Abdullah yang semua merupakan raja-raja dari Kerajaan Islam Samudera Pasai.

Baca: Dyah Wiyat, Kisah Cinta Segitiga dan Perselingkuhan di Kerajaan Majapahit
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!