Aprindo Gandeng Microsoft Percepat Digitalisasi Ritel Modern dan UMKM Indonesia
Rabu, 10 November 2021 - 16:41 WIB
"Para peritel, baik yang berdiri sendiri maupun yang berada di Pusat Perbalanjaan atau Mall memiliki kontribusi penting dalam mendorong pemulihan ekonomi rumah tangga," terang Oke Nurwan dalam Konferensi Pers Hari Ritel Nasional 2021 yang digelar secara daring, Rabu (10/11/2021).
Oke menyebutkan, ekonomi digital Indonesia diproyeksi akan tumbuh delapan kali lipat pada tahun 2030. Dengan tingginya jumlah ritel di Indonesia dan besarnya potensi digitalisasi ritel, maka percepatan digitalisasi ritel akan berkontribusi positif terhadap percepatan ekonomi digital Indonesia.
Oke menegaskan bahwa pemerintah akan sangat mendukung dan mendorong adanya penyesuaian dan transformasi digital, terutama untuk sektor ritel.
Selain menyediakan tempat dan lokasi strategis agar konsumen dapat berbelanja secara luring (offline), usaha ritel juga perlu memasarkan dan mempromosikan barang-barangnya via daring peritel (online retailer) dan marketplace. Sebutan O2O (offline-to-online) bukan lagi merupakan dikotomi, tetapi suatu keniscayaan untuk dikembangkannya sinergisitas.
Termasuk di sini, pengembangan para pemasok ke gerai ritel modern, di antaranya para UMKM yang perlu terus menerus diberikan pembinaan usaha, seperti adopsi teknologi yang tepat, guna peningkatan produktivitas yang efisien dan efektif.
Aprindo juga berupaya memajukan industri ritel Indonesia melalui sejumlah kerja sama lain. Misalnya dengan HALAL Lifestyle Indonesia dalam menyosialisasikan, memperluas akses pasar, dan mempromosikan produk halal Indonesia; dengan PT Pos Indonesia dalam pengoptimalan jasa pengiriman dan transportasi barang ke berbagai daerah; dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam penerapan jaminan kehilangan pekerjaan; dan dengan PT Teknologi Plus dalam penyediaan pembiayaan inklusif (P2P lending) yang produktif bagi UMKM.
Oke menyebutkan, ekonomi digital Indonesia diproyeksi akan tumbuh delapan kali lipat pada tahun 2030. Dengan tingginya jumlah ritel di Indonesia dan besarnya potensi digitalisasi ritel, maka percepatan digitalisasi ritel akan berkontribusi positif terhadap percepatan ekonomi digital Indonesia.
Oke menegaskan bahwa pemerintah akan sangat mendukung dan mendorong adanya penyesuaian dan transformasi digital, terutama untuk sektor ritel.
Selain menyediakan tempat dan lokasi strategis agar konsumen dapat berbelanja secara luring (offline), usaha ritel juga perlu memasarkan dan mempromosikan barang-barangnya via daring peritel (online retailer) dan marketplace. Sebutan O2O (offline-to-online) bukan lagi merupakan dikotomi, tetapi suatu keniscayaan untuk dikembangkannya sinergisitas.
Termasuk di sini, pengembangan para pemasok ke gerai ritel modern, di antaranya para UMKM yang perlu terus menerus diberikan pembinaan usaha, seperti adopsi teknologi yang tepat, guna peningkatan produktivitas yang efisien dan efektif.
Aprindo juga berupaya memajukan industri ritel Indonesia melalui sejumlah kerja sama lain. Misalnya dengan HALAL Lifestyle Indonesia dalam menyosialisasikan, memperluas akses pasar, dan mempromosikan produk halal Indonesia; dengan PT Pos Indonesia dalam pengoptimalan jasa pengiriman dan transportasi barang ke berbagai daerah; dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam penerapan jaminan kehilangan pekerjaan; dan dengan PT Teknologi Plus dalam penyediaan pembiayaan inklusif (P2P lending) yang produktif bagi UMKM.
Lihat Juga :