Dosen Cantik: Pelaku UKM Perlu Pendampingan, Pelatihan Tak Cukup

Selasa, 09 November 2021 - 03:03 WIB
Sebanyak 25 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Jawa Tengah (Jateng) mengikuti pelatihan mengolah singkong menjadi makanan naik kelas. Foto SINDOnews
SEMARANG - Sebanyak 25 pelaku usaha kecil dan menengah ( UKM ) di Jawa Tengah (Jateng) mengikuti pelatihan mengolah singkong menjadi makanan "naik kelas". Menurut Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kewirausahaan Unisbank Semarang Dr Elen Puspitasari, pelatihan saja tidak cukup agar para pelau UKM bisa naik kelas, namun perlu pemdampingan.

"Program pelatihan ini harus dilanjutkan dengan program pendampingan terhadap UKM supaya mandiri," ujar dosen berparas ayu itu saat pembukaan Pelatihan Keterampilan Usaha Produktif di Balatkop UMKM Jateng, Senin (8/11/2021). Baca juga: UI Dukung UKM dengan Prakarsai Katalog Daring 100 UKM JUWARA



Pelatihan digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Jateng, Balatkop UKM Jateng, dan Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang. Kegiatan berlangsung selama lima harisejak 8-12 November 2021, dengan memadukan teoretis dan praktik.

Selama ini, lanjut dia, olahan singkong belum bisa disandingkan dengan roti-roti di etalase restoran. Jadi, diperlukan program pendampingan. Mandiri yaitu memiliki kemampuan dalam memotivasi diri sendiri untuk memajukan usahanya dengan menetapkan target," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!