Memilukan, Bapak dan Anak Korban Banjir Bandang Kota Batu Ditemukan 5 Km dari Rumahnya
Jum'at, 05 November 2021 - 14:54 WIB
Jasad bapak dan anak korban banjir bandang di Kota Batu disemayamkan di rumah tetangganya. Foto/MPI/Avirista Midaada
KOTA BATU - Bapak dan anak yang sempat dinyatakan hilang karena banjir bandang Kota Batu, Jawa Timur akhirnya ditemukan. Petugas gabungan menemukan keduanya dalam kondisi meninggal dunia, Jumat siang (5/11/2021).
Keduanya adalah bapak dan anak bernama Fery (27) dan putrinya bernama Alverta Shenazia Arvisa Vindra (3,5). Keduanya ditemukan 5 Kilometer (Km) dari rumahnya di Dusun Sambong RT 5 RW 4 Desa Bulukerto, Kota Batu.
Baca juga: Ekskavator Dikerahkan Cari 6 Korban Hilang Banjir Bandang Kota Batu
Lokasi jasad keduanya ditemukan tak terlalu jauh dan hanya berjarak 200 meter. Suliamat (53) orang tua Feri bercerita saat banjir bandang terjadi ada lima orang berada di dalam rumah. Dua diantaranya adalah korban.
"Kejadian banjir jam 3 sore, teras rumah runtuh. Saya, istri, dan menantu bisa selamat. Feri dan cucunya tertinggal," tuturnya ditemui wartawan di lokasi, Jumat (5/11/2021).
Banjir bandang menghancurkan kediaman Suliamat, hingga nyaris rata dengan tanah. Lokasinya memang berdekatan dengan aliran Anak Sungai Brantas. Suliamat menyebut, banjir bandang merupakan yang pertama kalinya sejak dirinya menetap 1994 lalu.
Keduanya adalah bapak dan anak bernama Fery (27) dan putrinya bernama Alverta Shenazia Arvisa Vindra (3,5). Keduanya ditemukan 5 Kilometer (Km) dari rumahnya di Dusun Sambong RT 5 RW 4 Desa Bulukerto, Kota Batu.
Baca juga: Ekskavator Dikerahkan Cari 6 Korban Hilang Banjir Bandang Kota Batu
Lokasi jasad keduanya ditemukan tak terlalu jauh dan hanya berjarak 200 meter. Suliamat (53) orang tua Feri bercerita saat banjir bandang terjadi ada lima orang berada di dalam rumah. Dua diantaranya adalah korban.
"Kejadian banjir jam 3 sore, teras rumah runtuh. Saya, istri, dan menantu bisa selamat. Feri dan cucunya tertinggal," tuturnya ditemui wartawan di lokasi, Jumat (5/11/2021).
Banjir bandang menghancurkan kediaman Suliamat, hingga nyaris rata dengan tanah. Lokasinya memang berdekatan dengan aliran Anak Sungai Brantas. Suliamat menyebut, banjir bandang merupakan yang pertama kalinya sejak dirinya menetap 1994 lalu.
Lihat Juga :