Waspada! Lava Pijar Meluncur dari Kawah Merapi Sejauh 1,2 Km ke Arah Krasak
Selasa, 02 November 2021 - 08:58 WIB
Baca juga: Miris! Pasangan Suami Istri di Tanah Datar Ajak 3 Anaknya Curi Kotak Amal
Untuk kegempaan, gempa guguran tercatat sebanyak 64 kali dengan amplitudo 3-39 mm, durasi 9-147 detik, gempa hembusan sebanyak empat kali, dengan amplitudo 2-7 mm, durasi 13-19 detik. Gempa hybrid atau fase banyak tercatat dua kali, dengan amplitudo 2 mm, S-P 0.3-0.4 detik, durasi 6-8 detik. "Tingkat aktivitas ditetapkan dalam level III atau siaga," paparnya.
Baca juga: Pagi Buta Gempa Bermagnitudo 6,2 Getarkan Nias dan Mentawai, Ini Hasil Analisis BMKG
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Tenggara–Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah Sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Untuk kegempaan, gempa guguran tercatat sebanyak 64 kali dengan amplitudo 3-39 mm, durasi 9-147 detik, gempa hembusan sebanyak empat kali, dengan amplitudo 2-7 mm, durasi 13-19 detik. Gempa hybrid atau fase banyak tercatat dua kali, dengan amplitudo 2 mm, S-P 0.3-0.4 detik, durasi 6-8 detik. "Tingkat aktivitas ditetapkan dalam level III atau siaga," paparnya.
Baca juga: Pagi Buta Gempa Bermagnitudo 6,2 Getarkan Nias dan Mentawai, Ini Hasil Analisis BMKG
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Tenggara–Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah Sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
(eyt)
Lihat Juga :