Cuaca Ekstrem di Luwu Raya, Sawah hingga Ratusan Rumah Warga Terdampak
Senin, 01 November 2021 - 08:25 WIB
"Ada 555 rumah warga yang terdampak banjir, yakni di Kecamatan Bara ada 147 rumah dan Kecamatan Telluwanua ada 408 rumah, satu buah jembatan yang terletak di Poros Trans Sulawesi perbatasan Palopo dan Kabupaten Luwu, mengalami keretakan cukup besar sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan dan menyebabkan kemacetan yang cukup panjang di Poros Trans Sulawesi," lanjut Antonius Dengen.
BPBD Kota Palopo juga mencatat ada 13 hektare persawahan warga yang terkena banjir, 10 titik tanggul rusak dan 12 titik pengairan juga ikut rusak di Kecamatan Wara Barat. Hujan yang mengguyur Kota Palopo juga menyebabkan longsor di Kelurahan Pentojangan dan Kelurahan Battang.
"Langkah penanganan telah kami lakukan di antaranya evakuasi warga terdampak banjir, pembersihan reruntuhan rumah warga dan pembersihan pohon tumbang termasuk membersihkan material longsor. Ini melibatkan masyarakat, aparat TNI dan Polri," ujarnya.
Baca Juga: Jembatan di Palopo Retak, Masyarakat Diarahkan Gunakan Jalur Alternatif
Tidak jauh berbeda dengan Kota Palopo, angin puting beliung juga menghantam puluhan rumah warga di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Bahkan beberapa di antaranya rata dengan tanah.
Koordinasi BPBD Kabupaten Luwu dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Luwu, mencatat di Desa Padang Kalua ada 2 rumah rusak berat dan 4 rusak sedang. Di Desa Tiromanda ada 3 rumah rusak berat 1 di antaranya rata dengan tanah. Selain itu, ada 1 yang mengalami rusak sedang.
"Di Kelurahan Sakti rumah susak sedang ada 2 unit, di Desa Posi rusak sedang 1 unit, di Desa Lengkong rusak sedang 1 unit, di Desa Raja rusak sedang 1 unit dan di Desa Tirowali rumah rusak sedang 1 unit," ungkap Kepala BPBD Luwu, Rahman Mandaria.
BPBD Kota Palopo juga mencatat ada 13 hektare persawahan warga yang terkena banjir, 10 titik tanggul rusak dan 12 titik pengairan juga ikut rusak di Kecamatan Wara Barat. Hujan yang mengguyur Kota Palopo juga menyebabkan longsor di Kelurahan Pentojangan dan Kelurahan Battang.
"Langkah penanganan telah kami lakukan di antaranya evakuasi warga terdampak banjir, pembersihan reruntuhan rumah warga dan pembersihan pohon tumbang termasuk membersihkan material longsor. Ini melibatkan masyarakat, aparat TNI dan Polri," ujarnya.
Baca Juga: Jembatan di Palopo Retak, Masyarakat Diarahkan Gunakan Jalur Alternatif
Tidak jauh berbeda dengan Kota Palopo, angin puting beliung juga menghantam puluhan rumah warga di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Bahkan beberapa di antaranya rata dengan tanah.
Koordinasi BPBD Kabupaten Luwu dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Luwu, mencatat di Desa Padang Kalua ada 2 rumah rusak berat dan 4 rusak sedang. Di Desa Tiromanda ada 3 rumah rusak berat 1 di antaranya rata dengan tanah. Selain itu, ada 1 yang mengalami rusak sedang.
"Di Kelurahan Sakti rumah susak sedang ada 2 unit, di Desa Posi rusak sedang 1 unit, di Desa Lengkong rusak sedang 1 unit, di Desa Raja rusak sedang 1 unit dan di Desa Tirowali rumah rusak sedang 1 unit," ungkap Kepala BPBD Luwu, Rahman Mandaria.
Lihat Juga :