Jalan Diportal, Proyek Pengurukan Jalan Tol Padang-Sicincin di Pariaman Terhenti
Kamis, 04 Juni 2020 - 10:39 WIB
Sehingga para tenaga kerja PT BSDA mulai sopir dump truk dan operator alat berat buldozer, operator excavator, operator vibro siput, operator greader sebanyak 46 orang yang datang dari Jawa dan sisanya tenaga lokal dari Sumatera Barat berhenti total.
Menurut Puryanto, akibat ulah Firdaus dan Jibun Cs tersebut pihaknya mengalami kerugian hingga miliaran rupiah akibat pemortalan selama lima hari ini.
"Kalau 1 hari saja jalan ditutup otomatis PT BSDA mengalami kerugian hampir Rp765 juta. Rinciannya mencakup 25 dump truk, 17 alat berat berupa excavator, buldoser ,vibro , siput , greader tidak beroperasi. Itu belum termasuk, kerugian kita tidak bisa mensuplay tanah dengan estimasi 4000 meter kubik ke Proyek Jalan Tol Padang – Sicincin," timpal Puryanto.
Dia mengaku heran dengan kelakuan Jibun dan Firdaus Cs, karena menurut Puryanto semua kewajiban PT BSDA untuk dapat melintas di jalan yang diportal tersebut telah dilakukan.
"PT BSDA sudah membayar pungutan restribusi sebesar Rp20.000 per ritase agar truk-truk kita dapat melintas jalan Kasang tersebut. Dimana sebelumnya Jibun mengaku tanah yang dilintasi truk PT BSDA itu milik dia. Jadi sampai sekarang sudah hampir Rp60 juta kita storkan dana kepada Jibun dan Firdaus Cs," ungkap dia.
Karenanya Puryanto berencana akan melaporkan kasus pemortalan ini ke Polres Padang Pariaman. “Kita tidak main-main, ini pekerjaan megaproyek yang telah dicanangkan dan digroundbreaking oleh Presiden Jokowi selain itu kita tidak pernah merugikan masyarakat sama sekali. Kami minta aparat penegak hukum khususnya Polres Padang Pariaman segera bertindak,” tandas Puryanto.
Menurut Puryanto, akibat ulah Firdaus dan Jibun Cs tersebut pihaknya mengalami kerugian hingga miliaran rupiah akibat pemortalan selama lima hari ini.
"Kalau 1 hari saja jalan ditutup otomatis PT BSDA mengalami kerugian hampir Rp765 juta. Rinciannya mencakup 25 dump truk, 17 alat berat berupa excavator, buldoser ,vibro , siput , greader tidak beroperasi. Itu belum termasuk, kerugian kita tidak bisa mensuplay tanah dengan estimasi 4000 meter kubik ke Proyek Jalan Tol Padang – Sicincin," timpal Puryanto.
Dia mengaku heran dengan kelakuan Jibun dan Firdaus Cs, karena menurut Puryanto semua kewajiban PT BSDA untuk dapat melintas di jalan yang diportal tersebut telah dilakukan.
"PT BSDA sudah membayar pungutan restribusi sebesar Rp20.000 per ritase agar truk-truk kita dapat melintas jalan Kasang tersebut. Dimana sebelumnya Jibun mengaku tanah yang dilintasi truk PT BSDA itu milik dia. Jadi sampai sekarang sudah hampir Rp60 juta kita storkan dana kepada Jibun dan Firdaus Cs," ungkap dia.
Karenanya Puryanto berencana akan melaporkan kasus pemortalan ini ke Polres Padang Pariaman. “Kita tidak main-main, ini pekerjaan megaproyek yang telah dicanangkan dan digroundbreaking oleh Presiden Jokowi selain itu kita tidak pernah merugikan masyarakat sama sekali. Kami minta aparat penegak hukum khususnya Polres Padang Pariaman segera bertindak,” tandas Puryanto.
Lihat Juga :