BBKP Kawal Upaya Peningkatan Ekspor Sarang Walet Asal Sulsel
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 15:17 WIB
"Tentu value juga akan lebih besar kalau ekspor dari sini (Makassar) ke China dan Vietnam, tetapi rumah processing ada di sana (Surabaya)," sambung mantan Kepala Inspektorat Sulsel itu.
Terkait ekspor sarang walet , ia mengungkapkan persyaratan yang ditetapkan negara tujuan seperti China sangat ketat. Terdapat lembaga khusus yakni General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) yang melakukan pemeriksaan terkait kelayakan komoditas yang hendak masuk di negara Tirai Bambu.
Lutfie melanjutkan guna mendongkrak peningkatan nilai ekspor sarang walet , pihaknya akan melakukan pengawalan di daerah-daerah yang memang memiliki potensi. Salah satunya yakni Kabupaten Bone, dimana pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan nota kesepahaman alias Mou terkait pembinaan untuk peningkatan nilai ekspor sarang walet.
Selain mengawal upaya peningkatan ekspor, Lutfie menekankan pihaknya tetap fokus pada tugas utama yakni memastikan seluruh komoditas aman dari hama penyakit atau organisme pengganggu. Untuk itu, seluruh pintu pemasukan dan pintu pengeluaran di wilayah kerjanya terus dijaga.
"Selama 7 x 24 jam, petugas kita di lapangan terus siaga melaksanakan tugas. Ya karena kami (Balai Karantina Pertanian) merupakan garda terdepan untuk melindungi masyarakat, khususnya terkait kesehatan makanan dan hewan kita," tuturnya.
Terkait ekspor sarang walet , ia mengungkapkan persyaratan yang ditetapkan negara tujuan seperti China sangat ketat. Terdapat lembaga khusus yakni General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) yang melakukan pemeriksaan terkait kelayakan komoditas yang hendak masuk di negara Tirai Bambu.
Lutfie melanjutkan guna mendongkrak peningkatan nilai ekspor sarang walet , pihaknya akan melakukan pengawalan di daerah-daerah yang memang memiliki potensi. Salah satunya yakni Kabupaten Bone, dimana pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan nota kesepahaman alias Mou terkait pembinaan untuk peningkatan nilai ekspor sarang walet.
Selain mengawal upaya peningkatan ekspor, Lutfie menekankan pihaknya tetap fokus pada tugas utama yakni memastikan seluruh komoditas aman dari hama penyakit atau organisme pengganggu. Untuk itu, seluruh pintu pemasukan dan pintu pengeluaran di wilayah kerjanya terus dijaga.
"Selama 7 x 24 jam, petugas kita di lapangan terus siaga melaksanakan tugas. Ya karena kami (Balai Karantina Pertanian) merupakan garda terdepan untuk melindungi masyarakat, khususnya terkait kesehatan makanan dan hewan kita," tuturnya.
Lihat Juga :