BPA Kemasan Plastik Ancam Ibu Hamil dan Lingkungan
Rabu, 20 Oktober 2021 - 19:09 WIB
Menurut dia, penggunaan alat yang mengandung BPA akan lebih berbahaya pada bayi yang menyusui lewat dot botol susu. Bayi yang diberikan asupan secara artifisial ini dapat menelan BPA dosis ganda sehingga akan memengaruhi tumbuh kembang mereka.
Nia menilai BPA telah menjadi masalah karena ada di berbagai aspek kehidupan. "Pada ibu hamil, BPA ini akan mudah masuk ke rantai makanan dan dapat ditemukan dalam urine, darah, tali pusat, dan ASI. Karenanya, janin dan bayi dapat terpapar BPA bahkan pada mereka yang tidak mengonsumsi botol yang terkontaminasi sekalipun,” ungkapnya.
Dia menyebut zat kimia BPA dapat mengganggu kerja endokrin dan meniru esterogen. Laporan Program Toksikologi Nasional AS pada 2008 menyatakan keprihatinannya atas efek BPA terhadap otak, perilaku dan kelenjar prostat pada janin. "Namun, bukan berarti ibu menyusui berhenti memberikan ASI kepada anak. ASI ini sangat penting bagi bayi daripada memberikan susu formula lewat botol yang berpotensi memiliki kandungan BPA secara ganda,” ujar Nia.
Dia mengimbau masyarakat berhati-hati dan memerhatikan kesehatan tubuh mengingat zat BPA ini telah ada di berbagai kemasan, mulai dari plastik, kaleng, dan galon. Dari tiga kemasan tersebut yang perlu diperhatikan adalah galon air minum.
“Galon ini harus kita perhatikan, misal air diambil dari Sukabumi lalu dimasukkan ke galon dan diangkut menggunakan mobil. Di mobil galon ini akan terpapar panas matahari dan belum lagi ketika sampai di supermarket atau minimarket juga akan terjemur panas matahari. Kejadian ini dapat membuat BPA larut dan masuk ke dalam air minum,” jelasnya.
Nia menilai BPA telah menjadi masalah karena ada di berbagai aspek kehidupan. "Pada ibu hamil, BPA ini akan mudah masuk ke rantai makanan dan dapat ditemukan dalam urine, darah, tali pusat, dan ASI. Karenanya, janin dan bayi dapat terpapar BPA bahkan pada mereka yang tidak mengonsumsi botol yang terkontaminasi sekalipun,” ungkapnya.
Dia menyebut zat kimia BPA dapat mengganggu kerja endokrin dan meniru esterogen. Laporan Program Toksikologi Nasional AS pada 2008 menyatakan keprihatinannya atas efek BPA terhadap otak, perilaku dan kelenjar prostat pada janin. "Namun, bukan berarti ibu menyusui berhenti memberikan ASI kepada anak. ASI ini sangat penting bagi bayi daripada memberikan susu formula lewat botol yang berpotensi memiliki kandungan BPA secara ganda,” ujar Nia.
Dia mengimbau masyarakat berhati-hati dan memerhatikan kesehatan tubuh mengingat zat BPA ini telah ada di berbagai kemasan, mulai dari plastik, kaleng, dan galon. Dari tiga kemasan tersebut yang perlu diperhatikan adalah galon air minum.
“Galon ini harus kita perhatikan, misal air diambil dari Sukabumi lalu dimasukkan ke galon dan diangkut menggunakan mobil. Di mobil galon ini akan terpapar panas matahari dan belum lagi ketika sampai di supermarket atau minimarket juga akan terjemur panas matahari. Kejadian ini dapat membuat BPA larut dan masuk ke dalam air minum,” jelasnya.
Lihat Juga :