30 Warga Lampung Selatan Terpapar NII, BNPT Minta Warga Tak Takut Melapor
Senin, 18 Oktober 2021 - 04:15 WIB
Saat ini, lanjut Didik, perangkat Desa Sidodadi Asriberkoordinasi dengan NII Crisis Center terus mengawasi dan mempersempit ruang gerak mereka. Mereka juga sudah ada yang diajak bicara.
"Upaya gak kurang-kurang dari kami. Tetapi karena fanatisme dan militan mereka menjadi kekhawatiran kami. Kalau paham radikal masuk, kami khawatir, apalagi pemerintah dianggap thogut," tandasnya.
Sementara Ahmad Nurwakhid menyatakan masalah ini harus disampaikan untuk mencegah keterpaparan warga yang lebih meluas lagi. "Sekaligus menyembuhkan anak-anak yang terpapar,” imbuhnya. Sebelumnya, terungkap 56 anak muda di Garut juga dibaiat NII.
Untuk itu, mantan Kabagops Densus 88, meminta kepala-kepala desa yang lain untuk tidak takut dan melaporkan seperti yang telah dilakukan oleh Kades Sidodadi Asri ini.
"Kalau di desanya ada radikalisasi, bukan berarti perangkat desa lemah, ini virus radikalisme yang bisa menyerang siapa saja. Justru kalau didiamkan nanti bisa meledak, atau naik level jadi terorisme. Kalau itu gak bisa ditolong lagi, otomatis bisa menimbulkan kegaduhan dan teror," jelas Nurwakhid.
"Upaya gak kurang-kurang dari kami. Tetapi karena fanatisme dan militan mereka menjadi kekhawatiran kami. Kalau paham radikal masuk, kami khawatir, apalagi pemerintah dianggap thogut," tandasnya.
Sementara Ahmad Nurwakhid menyatakan masalah ini harus disampaikan untuk mencegah keterpaparan warga yang lebih meluas lagi. "Sekaligus menyembuhkan anak-anak yang terpapar,” imbuhnya. Sebelumnya, terungkap 56 anak muda di Garut juga dibaiat NII.
Untuk itu, mantan Kabagops Densus 88, meminta kepala-kepala desa yang lain untuk tidak takut dan melaporkan seperti yang telah dilakukan oleh Kades Sidodadi Asri ini.
"Kalau di desanya ada radikalisasi, bukan berarti perangkat desa lemah, ini virus radikalisme yang bisa menyerang siapa saja. Justru kalau didiamkan nanti bisa meledak, atau naik level jadi terorisme. Kalau itu gak bisa ditolong lagi, otomatis bisa menimbulkan kegaduhan dan teror," jelas Nurwakhid.
Lihat Juga :