Gawat, 220 Ribu Warga Kabupaten Bekasi Nganggur Terdampak COVID-19
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 09:42 WIB
Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi mencatat selama pandemi COVID-19 melanda wilayahnya, sebanyak 220 ribu warga menganggur. Ilustrasi/SINDOnews
BEKASI - Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi mencatat selama pandemi COVID-19 melanda wilayahnya, sebanyak 220 ribu warga menganggur. Tingginya jumlah pengangguran ini berbanding terbalik dengan label Bekasi sebagai daerah dengan kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi Suhup mengatakan, angka pengangguran itu merupakan hasil penghitungan pihaknya kemudian disandingkan dengan data milik Badan Pusat Statistik. ”Angka pengangguran di kita masih di angka 11,9 persen dari angkatan kerja. Sekitar 220.000-an orang. Relatif tetap angkanya meskipun naik selama pandemi,” katanya, Jumat (8/10/2021).
Di Kabupaten Bekasi terdapat 7.339 perusahaan yang masuk dalam kawasan industri maupun di luar kawasan. Namun, banyaknya perusahaan rupanya tidak menjamin persoalan jumlah pengangguran dapat terselesaikan. Bukannya menurun, jumlah pengangguran ini justru meningkat signifikan. (Baca juga; Kelangkaan Chip dan Pandemi Bikin Penjualan Hyundai Merosot 22% )
BPS mencatat pada Agustus 2020, angka pengangguran di Kabupaten Bekasi menembus angka 11,54 persen dari angkatan kerja atau sebanyak 212.435 orang. Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan 2019 lalu yang mencapai angka 8,4 persen atau 158.958 orang. Kemudian tahun ini angka tersebut tak kunjung menurun.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi Suhup mengatakan, angka pengangguran itu merupakan hasil penghitungan pihaknya kemudian disandingkan dengan data milik Badan Pusat Statistik. ”Angka pengangguran di kita masih di angka 11,9 persen dari angkatan kerja. Sekitar 220.000-an orang. Relatif tetap angkanya meskipun naik selama pandemi,” katanya, Jumat (8/10/2021).
Di Kabupaten Bekasi terdapat 7.339 perusahaan yang masuk dalam kawasan industri maupun di luar kawasan. Namun, banyaknya perusahaan rupanya tidak menjamin persoalan jumlah pengangguran dapat terselesaikan. Bukannya menurun, jumlah pengangguran ini justru meningkat signifikan. (Baca juga; Kelangkaan Chip dan Pandemi Bikin Penjualan Hyundai Merosot 22% )
BPS mencatat pada Agustus 2020, angka pengangguran di Kabupaten Bekasi menembus angka 11,54 persen dari angkatan kerja atau sebanyak 212.435 orang. Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan 2019 lalu yang mencapai angka 8,4 persen atau 158.958 orang. Kemudian tahun ini angka tersebut tak kunjung menurun.
Lihat Juga :