Pemuda Muhammadiyah Persoalkan Postingan Akun Medsos Ade Armando
Selasa, 02 Juni 2020 - 00:29 WIB
Dalam somasi itu, disebutkan bahwa Kokam PWPM Jateng menilai postingan tersebut mengandung unsur fitnah dan mencemarkan nama baik Muhammadiyah. Pertama, fitnah tuduhan Muhhamadiyah telah menggiurkan isu pemakzulan presiden. Kedua, penghinaan dan pencemaran nama baik kepada Din Syamsuddin dengan menyebut “si dungu” kepada tokoh nasional yang merupakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005 – 2010.
“Pada intinya, kami tetap berpegang pada surat yang kami buat, namun alhamdulillah sudah ada respon dari Pak Ade. Langkah selanjutnya kami akan koordinasikan dahulu dengan team hukum,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, Ade Armando sudah menanggapi somasi itu. Dalam tanggapannya, disebutkan bahwa dungu yang dimaksud statement Prof Dien Syamsuddin tentang konser amal pemerintah. “Namun jelas, tidak ada hak Pak Ade untuk menyebut dungu kepada Prof Dien Syamsudin,” tuturnya.(Baca juga : Pemuda Muhammadiyah: Ade Armando Jangan Over Acting )
Sementata itu, Ade Armando telah menyampaikan klarifikasinya terkait somasi PWPM Muhammadiyah Jateng. Klarifikasi itu juga diunggah dalam akun Facebook-nya. “Saya memperoleh kabar bahwa saya disomasi oleh Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah karena unggahan saya di Facebook (1 Juni 2020 ) dianggap mendiskreditkan Muhammadiyah dan Din Syamsudin (mantan Ketua Umum Muhammadiyah).”
Postingan yang dimaksud adalah komentar Ade terhadap sebuah webinar yang diselenggarakan Masyarakat Hukum Tata Negara MUHAMMADIYAH (MAHUTAMA) dan Kolegium Jurist Institute (KJI) berjudul “'Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19” .
“Pada intinya, kami tetap berpegang pada surat yang kami buat, namun alhamdulillah sudah ada respon dari Pak Ade. Langkah selanjutnya kami akan koordinasikan dahulu dengan team hukum,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, Ade Armando sudah menanggapi somasi itu. Dalam tanggapannya, disebutkan bahwa dungu yang dimaksud statement Prof Dien Syamsuddin tentang konser amal pemerintah. “Namun jelas, tidak ada hak Pak Ade untuk menyebut dungu kepada Prof Dien Syamsudin,” tuturnya.(Baca juga : Pemuda Muhammadiyah: Ade Armando Jangan Over Acting )
Sementata itu, Ade Armando telah menyampaikan klarifikasinya terkait somasi PWPM Muhammadiyah Jateng. Klarifikasi itu juga diunggah dalam akun Facebook-nya. “Saya memperoleh kabar bahwa saya disomasi oleh Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah karena unggahan saya di Facebook (1 Juni 2020 ) dianggap mendiskreditkan Muhammadiyah dan Din Syamsudin (mantan Ketua Umum Muhammadiyah).”
Postingan yang dimaksud adalah komentar Ade terhadap sebuah webinar yang diselenggarakan Masyarakat Hukum Tata Negara MUHAMMADIYAH (MAHUTAMA) dan Kolegium Jurist Institute (KJI) berjudul “'Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19” .
Lihat Juga :