Seorang Wanita Ngaku Diperkosa Hingga Hamil oleh Legislator DPRD Maros
Selasa, 28 September 2021 - 20:37 WIB
IMS pun dipanggil oleh SS untuk bertransaksi di dalam kamar. IMS yang tak menaruh curiga mengiyakan permintaan itu. "Karena kan saya pikir ini untuk pekerjaan saya, apalagi saya sebelum nya juga sudah sampaikan ke manajer saya bahwa ada member yang mau investasi," ucapnya.
Di dalam kamar, IMS sempat menginstal perangkat aplikasi mengenai bisnis di handphone dan laptop SS. "Nah tidak lama begitu langsung dia tindih saya. Saya sempat melawan, berontak begitu tapi dia terus paksa saya sampai saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi," imbuhnya.
Baca Juga: Biadab! Siswi SD Tewas Usai Diperkosa Bergiliran Tiga Pria Tetangganya
Bukannya mendapat uang yang dijanjikan dalam pekerjaannya, IMS harus menahan sakit karena mendapat perlakuan bejat dari legislator tersebut. "Jadi saya tenangkan diri dulu beberapa hari itu supaya saya tidak mau ada yang tahu. Apalagi orang di rumah, saya syok sekali saat itu," akunya.
Sebulan kemudian, tepatnya pada Januari 2020, IMS kembali dihubungi oleh SS dan menyampaikan bahwa modal Rp50 juta untuk digunakan berinvestasi telah siap. Namun sebelum uang diserahkan, IMS kembali diminta untuk melayani SS. "Ternyata setelah saya dibegitukan lagi, investasi tidak sesuai janjinya," tuturnya.
Saat itu SS hanya memberikan uang Rp20 juta. Uang ditransfer ke rekening pribadi IMS. SS kembali berjanji mencukupi uang itu beberapa hari ke depan. "Sampai kedua kali dia hubungi lagi saya untuk ketemu. Dia mau jemput tapi saya bilang jangan, kita ketemu di luar saja jangan di rumah," terangnya.
IMS mengaku khawatir bila SS bercerita kepada orang tuanya. SS kemudian membawa IMS ke salah satu rumah di Maros. "Ternyata rumah itu adalah rumah pribadinya, saya diperlakukan begitu lagi di situ. Janjinya sama supaya investasinya ini bisa jalan," katanya lagi.
Lebih lanjut kata IMS, perlakuan tak senonoh itu dialami hingga 3 kali. Hingga pada April 2020 lalu dia hamil. "Akhirnya mau tidak mau saya diminta untuk gugurkan kandungan padahal sudah jalan 2 bulan. Saya dipaksa minum obat untuk gugurkan," ungkapnya.
Di dalam kamar, IMS sempat menginstal perangkat aplikasi mengenai bisnis di handphone dan laptop SS. "Nah tidak lama begitu langsung dia tindih saya. Saya sempat melawan, berontak begitu tapi dia terus paksa saya sampai saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi," imbuhnya.
Baca Juga: Biadab! Siswi SD Tewas Usai Diperkosa Bergiliran Tiga Pria Tetangganya
Bukannya mendapat uang yang dijanjikan dalam pekerjaannya, IMS harus menahan sakit karena mendapat perlakuan bejat dari legislator tersebut. "Jadi saya tenangkan diri dulu beberapa hari itu supaya saya tidak mau ada yang tahu. Apalagi orang di rumah, saya syok sekali saat itu," akunya.
Sebulan kemudian, tepatnya pada Januari 2020, IMS kembali dihubungi oleh SS dan menyampaikan bahwa modal Rp50 juta untuk digunakan berinvestasi telah siap. Namun sebelum uang diserahkan, IMS kembali diminta untuk melayani SS. "Ternyata setelah saya dibegitukan lagi, investasi tidak sesuai janjinya," tuturnya.
Saat itu SS hanya memberikan uang Rp20 juta. Uang ditransfer ke rekening pribadi IMS. SS kembali berjanji mencukupi uang itu beberapa hari ke depan. "Sampai kedua kali dia hubungi lagi saya untuk ketemu. Dia mau jemput tapi saya bilang jangan, kita ketemu di luar saja jangan di rumah," terangnya.
IMS mengaku khawatir bila SS bercerita kepada orang tuanya. SS kemudian membawa IMS ke salah satu rumah di Maros. "Ternyata rumah itu adalah rumah pribadinya, saya diperlakukan begitu lagi di situ. Janjinya sama supaya investasinya ini bisa jalan," katanya lagi.
Lebih lanjut kata IMS, perlakuan tak senonoh itu dialami hingga 3 kali. Hingga pada April 2020 lalu dia hamil. "Akhirnya mau tidak mau saya diminta untuk gugurkan kandungan padahal sudah jalan 2 bulan. Saya dipaksa minum obat untuk gugurkan," ungkapnya.
Lihat Juga :