Pemprov Jawa Timur Gencarkan Vaksinasi di Pulau Bawean
Kamis, 23 September 2021 - 12:11 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) JawaTimur (Jatim) Emil Elestianto Dardak meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Pulau Bawean. SINDOnews/Lukman
SURABAYA - Wakil Gubernur (Wagub) JawaTimur (Jatim) Emil Elestianto Dardak meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Pulau Bawean, tepatnya di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Hasan Jufri Dusun Kebunagung, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Rabu (22/9/2021).
Vaksinasi massal ini digelar Pemprov Jatim bersama Bank Jatim, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Pemkab Gresik. Alokasi vaksinasi yang disediakan sebanyak 7.600 dosis dan digelar selama selama 5 hari, sejak 21-25 September 2021.
Dari 7.600 dosis vaksin, 2.500 dosis diberikan kepada 1.576 pelajar di Kecamatan Sangkapura, 424 pelajar di Kecamatan Tambak, dan 500 untuk keluarga pegawai dan nasabah. Sedangkan vaksinasi di STAI Hasan Jufri ini dilaksanakan mulai 22-23 September 2021 dengan menggunakan vaksin jenis Sinovac.
Emil mengatakan, letak Pulau Bawean yang secara geografis terpisah dari Pulau Jawa tidak menyurutkan Pemprov Jatim memberikan pelayanan dan perlindungan yang sama kepada semua warga Jatim. "Untuk kesini pun kita harus menyusuri laut yang lebih dari 100 kilometer jaraknya," kata Emil.
Vaksinasi massal ini digelar Pemprov Jatim bersama Bank Jatim, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Pemkab Gresik. Alokasi vaksinasi yang disediakan sebanyak 7.600 dosis dan digelar selama selama 5 hari, sejak 21-25 September 2021.
Dari 7.600 dosis vaksin, 2.500 dosis diberikan kepada 1.576 pelajar di Kecamatan Sangkapura, 424 pelajar di Kecamatan Tambak, dan 500 untuk keluarga pegawai dan nasabah. Sedangkan vaksinasi di STAI Hasan Jufri ini dilaksanakan mulai 22-23 September 2021 dengan menggunakan vaksin jenis Sinovac.
Emil mengatakan, letak Pulau Bawean yang secara geografis terpisah dari Pulau Jawa tidak menyurutkan Pemprov Jatim memberikan pelayanan dan perlindungan yang sama kepada semua warga Jatim. "Untuk kesini pun kita harus menyusuri laut yang lebih dari 100 kilometer jaraknya," kata Emil.
Lihat Juga :