51 Tenaga Kesehatan RSUD Kota Bogor Positif Covid-19
Selasa, 21 April 2020 - 19:00 WIB
Meski demikian, lanjut dia, lantaran RSUD Kota Bogor sebagai salah satu dari tiga rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 dan paling banyak merawat pasien, sehingga diantara mereka masih ada yang tetap kerja.
"Bahkan ada yang masih tetap kerja, dengan yang paling aman 14 hari kerja, 14 hari off (libur). Sebab kita hingga saat ini kekurangan tenaga medis. Bahkan ada yang sudah terpapar 21 hari kerja sebelum ada bantuan dari Hotel Salak," ujarnya.
Menurutnya, Hotel Salak yang dijadikan sebagai tempat karantina tenaga medis saat ini menampung sekitar 80 orang. "Itu artinya untuk mencegah infeksi. Karena kita pengin pegawai kita sehat, sebab peperangan melawan Covid-19 masih panjang," jelasnya.
Meski demikian, lanjut dia, diluar dari yang 51 positif Covid-19 versi hasil rapid test, terhitung hari ini Selasa (21/04/2020) ada satu tenaga kesehatan RSUD terpapar."Hingga saat ini baru satu yang di isolasi dan baru hari ini masuk, itu diluar yang 51 positif rapid test. Itupun baru di swab hari ini, dan hasilnya belum diketahui. Tapi kita isolasi dari hasil medical check up di CT Scan saja, hanya kita jaga-jaga. Kita tangani kita sediakan ruang Isolasi," ujarnya.
Dia menuturkan, dengan banyaknya tenaga medis di RSUD yang positif Covid-19 dengan status OTG, maka pihaknya mulai memperketat proses penanganan seluruh pasien dengan standar Covid-19. "Sebab mereka yang 51 orang itu, rata-rata bertugas tak bersentuhan langsung dengan pasien terkonfirmasi positif yang sedang menjalani perawatan, makanya pelayanan di RSUD seluruh pasien masuk ditangani menggunakan standar pelayanan Covid-19," ujarnya.
"Bahkan ada yang masih tetap kerja, dengan yang paling aman 14 hari kerja, 14 hari off (libur). Sebab kita hingga saat ini kekurangan tenaga medis. Bahkan ada yang sudah terpapar 21 hari kerja sebelum ada bantuan dari Hotel Salak," ujarnya.
Menurutnya, Hotel Salak yang dijadikan sebagai tempat karantina tenaga medis saat ini menampung sekitar 80 orang. "Itu artinya untuk mencegah infeksi. Karena kita pengin pegawai kita sehat, sebab peperangan melawan Covid-19 masih panjang," jelasnya.
Meski demikian, lanjut dia, diluar dari yang 51 positif Covid-19 versi hasil rapid test, terhitung hari ini Selasa (21/04/2020) ada satu tenaga kesehatan RSUD terpapar."Hingga saat ini baru satu yang di isolasi dan baru hari ini masuk, itu diluar yang 51 positif rapid test. Itupun baru di swab hari ini, dan hasilnya belum diketahui. Tapi kita isolasi dari hasil medical check up di CT Scan saja, hanya kita jaga-jaga. Kita tangani kita sediakan ruang Isolasi," ujarnya.
Dia menuturkan, dengan banyaknya tenaga medis di RSUD yang positif Covid-19 dengan status OTG, maka pihaknya mulai memperketat proses penanganan seluruh pasien dengan standar Covid-19. "Sebab mereka yang 51 orang itu, rata-rata bertugas tak bersentuhan langsung dengan pasien terkonfirmasi positif yang sedang menjalani perawatan, makanya pelayanan di RSUD seluruh pasien masuk ditangani menggunakan standar pelayanan Covid-19," ujarnya.
Lihat Juga :