Ingatkan Bahaya Plastik, Ecoton Bangun Museum Botol Plastik Bekas

Jum'at, 03 September 2021 - 11:11 WIB
Masyarakat seenaknya membuang sampah ke aliran sungai Brantas. Setidaknya ada seribu lebih lokasi timbunan sampah disepanjan Brantas, 55 persen berupa sampah plastik sekali pakai yang akan terpecah menjadi mikroplastik.

Firly mengungkapkan, untuk membangun lorong instalasi dibutuhkan 3544 botol plastik sekali pakai yang dipungut dari Kali Brantas di Jombang, Kali Wonokromo di Surabaya, kali Marmoyo di Mojokerto, kali pelayaran di Sidoarjo dan sampah plastik dari kegiatan pembersihan pohon-pohon Kali brantas yang terjerat sampah plastik.

Dalam pameran ini, pengunjung diajak menyusuri kehidupan bawah air yang menunjukkan penderitaan ikan-ikan yang hidup didasar sungai bersanding dengan sampah plastik.

"Dalam pameran ini di bangun 4 boot utama berupa lorong botol plastik sepanjang 12 meter, menara tas kresek setinggi 6 meter, pohon plastik dan Jaring popok yang berupa jaring ikan sepanjang 8 meter yang dipenuhi sampah popok dan gelas plastik,” terang Firly.

Temuan ecoton menunjukkan, jumlah mikroplastik lebih banyak dibandingkan plankton. Prediksi UNEP tahun 2050 jumlah plastik akan lebih banyak dibandingkan ikan. Baca juga: Bungkus Daging Kurban, Masjid Istiqlal Dapat Bantuan Plastik Ramah Lingkungan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!