Gubernur Khofifah Maksimalkan Kesiapan PTM Terbatas pada Kabupaten/Kota Level 2 dan 3
Minggu, 29 Agustus 2021 - 09:07 WIB
Kami memang keliling terus melakukan percepatan vaksinasi. Ada kebutuhan percepatan untuk PTM. Dan Kabupaten Sidoarjo sudah level 3, maka sudah boleh melakukan PTM secara terbatas," kata Khofifah, Minggu (29/8/2021).
Khofifah menyatakan, percepatan vaksinasi harus dilakukan secara massif, khususnya untuk remaja berusia 12-17 tahun dengan menggunakan vaksin sinovac. Karenanya, stok vaksin tersebut yang ada di Pemprov Jatim terus dimaksimalkan untuk vaksinasi pelajar SMA/SMK se-Jatim.
"Untuk stok vaksin sinovac yang ada di kabupaten/kota, saya minta untuk dimaksimalkan penggunaannya bagi pelajar. Agar masing-masing kabupaten/kota yang sudah diperbolehkan melaksankan PTM relatif lebih aman," terangnya.
Baca juga: Pemprov Jatim Gelar 57.000 Dosis Vaksinasi Serentak Pelajar SMA dan SMK
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, PTM terbatas yang dimulai pada tanggal 30 Agustus 2021 masih belum 100 persen. Kapasitasnya hanya 50 persen dari total siswa dalam kondisi normal.
Karena itu, PTM juga masih berlangsung secara blended learning. Artinya masih ada siswa yang juga belajar secara daring dari rumah. Semua sekolah masih melaksanakan blended learning. Jadi pembelajaran tatap muka, sekaligus melakukan pembelajaran jarak jauh, jelas Wahid.
Khofifah menyatakan, percepatan vaksinasi harus dilakukan secara massif, khususnya untuk remaja berusia 12-17 tahun dengan menggunakan vaksin sinovac. Karenanya, stok vaksin tersebut yang ada di Pemprov Jatim terus dimaksimalkan untuk vaksinasi pelajar SMA/SMK se-Jatim.
"Untuk stok vaksin sinovac yang ada di kabupaten/kota, saya minta untuk dimaksimalkan penggunaannya bagi pelajar. Agar masing-masing kabupaten/kota yang sudah diperbolehkan melaksankan PTM relatif lebih aman," terangnya.
Baca juga: Pemprov Jatim Gelar 57.000 Dosis Vaksinasi Serentak Pelajar SMA dan SMK
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, PTM terbatas yang dimulai pada tanggal 30 Agustus 2021 masih belum 100 persen. Kapasitasnya hanya 50 persen dari total siswa dalam kondisi normal.
Karena itu, PTM juga masih berlangsung secara blended learning. Artinya masih ada siswa yang juga belajar secara daring dari rumah. Semua sekolah masih melaksanakan blended learning. Jadi pembelajaran tatap muka, sekaligus melakukan pembelajaran jarak jauh, jelas Wahid.
Lihat Juga :