Tingkatkan Keterampilan Membaca, Vamelia Ibrahim Akan Bangun TBM Tiap Desa
Rabu, 25 Agustus 2021 - 20:42 WIB
"Pelatihan difokuskan agar kader PKK mampu membacakan buku cerita anak dengan teknik yang menyenangkan, mampu memilih buku anak yang sesuai dengan kemampuan membaca dan usia anak, menyusun program TBM, dan bersinergi dengan sekolah untuk membantu anak belajar membaca," bebernya.
Ketua PKK ini mengatakan, gerakan mendirikan TBM ini sejan dengan visi Bupati Tana TidungyaitumewujudkanTana Tidung Bermartabat, Sejahtera, Indah dan Humanis (BERSIH). "Terutamapadamisi pertama yaitumeningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” tegasnya.
AhliMonitoring, Evaluation, Research, and Learning (MERL)Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), Priscillia Clara Suatan mengatakan, untuk meningkatkan keterampilan membaca dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Termasuk sinergi antara sekolah dan TBM. Hasil pengukuran yang dilakukan Program INOVASI di Kalimantan Utara, menunjukkan kombinasi pelatihan guru, budaya baca, dan pelayanan anak lamban membaca terbukti mampu mempercepat peningkatan kemampuan membaca siswa. Baca juga: Seminar Literasi, RUU Perlindungan Data Pribadi Terus Disosialisasikan
Priscillia mengatakan pada tahun 2017, INOVASI menemukan hanya 40 persen anak-anak lamban membaca yang berhasil lulus test literasi dasar. Test ini meliputi test pengenalan huruf, suku kata, dan kata.Namun angka itu meningkat di tahun 2019. Jumlah anak yang lulus test literasi dasar bertambah menjadi 79 persen. ”Peningkatan ini tidak lepas dari program sinergi antara sekolah dan TBM,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Tana Tidung, Jafar Sidik, menyambut gembirahadirnya gerakan TBM. Ia optimis gerakan ini mampu meningkatkan keterampilan membaca di Bumi Upun Taka.
Ketua PKK ini mengatakan, gerakan mendirikan TBM ini sejan dengan visi Bupati Tana TidungyaitumewujudkanTana Tidung Bermartabat, Sejahtera, Indah dan Humanis (BERSIH). "Terutamapadamisi pertama yaitumeningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” tegasnya.
AhliMonitoring, Evaluation, Research, and Learning (MERL)Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), Priscillia Clara Suatan mengatakan, untuk meningkatkan keterampilan membaca dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Termasuk sinergi antara sekolah dan TBM. Hasil pengukuran yang dilakukan Program INOVASI di Kalimantan Utara, menunjukkan kombinasi pelatihan guru, budaya baca, dan pelayanan anak lamban membaca terbukti mampu mempercepat peningkatan kemampuan membaca siswa. Baca juga: Seminar Literasi, RUU Perlindungan Data Pribadi Terus Disosialisasikan
Priscillia mengatakan pada tahun 2017, INOVASI menemukan hanya 40 persen anak-anak lamban membaca yang berhasil lulus test literasi dasar. Test ini meliputi test pengenalan huruf, suku kata, dan kata.Namun angka itu meningkat di tahun 2019. Jumlah anak yang lulus test literasi dasar bertambah menjadi 79 persen. ”Peningkatan ini tidak lepas dari program sinergi antara sekolah dan TBM,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Tana Tidung, Jafar Sidik, menyambut gembirahadirnya gerakan TBM. Ia optimis gerakan ini mampu meningkatkan keterampilan membaca di Bumi Upun Taka.
Lihat Juga :