Dualisme Kekuasaan di Keraton Kasepuhan Cirebon Berujung Bentrok, Saling Serang Pakai Batu
Rabu, 25 Agustus 2021 - 17:05 WIB
Massa pendukung dari Rahardjo mengaku dilempari batu. Sehingga mereka langsung merangsek kembali ke Lunjuk Keraton Kasepuhan. Aksi saling lempar batu pun tak terhindarkan. Namun, belum diketahui kelompok mana yang menyerang mereka.
Aksi saling lempar batu ini terjadi sekitar 30 menit. Bentrokan berhasil dihentikan setelah petugas kepolisian masuk ke dalam area Keraton Kasepuhan Cirebon. Hingga berita ini ditulis, penyebab keributan tersebut belum diketahui.
Selain bentrokan tersebut, kericuhan di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon juga terjadi pada Rabu pagi. Tepatnya, di Bangsal Jinem Pangrawit ketika Rahardjo melantik perangkat Keraton Kasepuhan Cirebon versinya sendiri.
Keluarga dari Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin tiba-tiba mendatangi tempat pelantikan. Kemudian, mereka terlibat cekcok dengan keluarga Rahardjo. Aksi saling dorong pun sempat terjadi. Namun, petugas keamanan di Keraton Kasepuhan berhasil melerainya.
Usai kericuhan itu, Rahardjo langsung memberikan pernyataan tegas. Ia menilai kisruh kekuasaan di Keraton Kasepuhan harus diselesaikan melalui jalur hukum. Bukan menggunakan tindakan premanisme.
Aksi saling lempar batu ini terjadi sekitar 30 menit. Bentrokan berhasil dihentikan setelah petugas kepolisian masuk ke dalam area Keraton Kasepuhan Cirebon. Hingga berita ini ditulis, penyebab keributan tersebut belum diketahui.
Selain bentrokan tersebut, kericuhan di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon juga terjadi pada Rabu pagi. Tepatnya, di Bangsal Jinem Pangrawit ketika Rahardjo melantik perangkat Keraton Kasepuhan Cirebon versinya sendiri.
Keluarga dari Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin tiba-tiba mendatangi tempat pelantikan. Kemudian, mereka terlibat cekcok dengan keluarga Rahardjo. Aksi saling dorong pun sempat terjadi. Namun, petugas keamanan di Keraton Kasepuhan berhasil melerainya.
Usai kericuhan itu, Rahardjo langsung memberikan pernyataan tegas. Ia menilai kisruh kekuasaan di Keraton Kasepuhan harus diselesaikan melalui jalur hukum. Bukan menggunakan tindakan premanisme.
Lihat Juga :