Di Hadapan 2.300 Peserta Rakornas Daring, Rektor Unej Paparkan Inovasi Penanganan Stunting
Selasa, 24 Agustus 2021 - 17:20 WIB
Baca juga: ISNU Dukung Percepatan Vaksinasi Menuju Herd Immunity di Jatim
KKN tematik penanganan stunting ternyata menarik perhatian Pemkab Bangka Barat, hingga kemudian pada 2019 bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unej menggelar KKN tematik penanganan stunting di Desa Peradong, Kecamatan Simpang Teritip yang kala itu memiliki angka prevalensi stunting tertinggi di Kabupaten Bangka Barat.
“Alhamdulillah, adanya KKN tematik penanganan stunting di Desa Peradong membantu percepatan penanganan stunting di Bangka Barat. Sebab apa yang diinisiasi oleh mahasiswa kemudian direplikasi di desa lain,” ujar Kepala Bappeda Bangka Barat, Effendi, yang turut memberikan testimoni.
Effendi lantas menyebutkan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Jember saat menggelar KKN tematik penanganan stunting.
“Warga Desa Peradong diajari bagaimana membuat makanan sehat dan MP-ASI bagi ibu-ibu dalam kegiatan Mabar, Masak Bareng. Ada program Ayah Hebat bagi pasangan subur, pembuatan midline atau alat ukur tinggi badan hingga karnaval sehat. Kesemuanya mendukung program Pemkab Bangka Barat yang menargetkan pada tahun 2022 nanti angka prevalensi stunting menjadi 8,75 persen saja,” imbuhnya.
Di akhir paparannya, Iwan menegaskan kembali komitmen Unej mendukung program pemerintah dalam percepatan penanganan stunting, termasuk di kala pandemi Covid-19 masih mendera Indonesia.
Di antaranya dengan terus menggelar program KKN tematik yang di kala pandemi COVID-19 beralih menjadi KKN Back to Village. Dimana mahasiswa tetap melaksanakan KKN namun di daerah asalnya sendiri-sendiri dengan berbagai tema yang kontekstual dengan daerahnya.
KKN tematik penanganan stunting ternyata menarik perhatian Pemkab Bangka Barat, hingga kemudian pada 2019 bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unej menggelar KKN tematik penanganan stunting di Desa Peradong, Kecamatan Simpang Teritip yang kala itu memiliki angka prevalensi stunting tertinggi di Kabupaten Bangka Barat.
“Alhamdulillah, adanya KKN tematik penanganan stunting di Desa Peradong membantu percepatan penanganan stunting di Bangka Barat. Sebab apa yang diinisiasi oleh mahasiswa kemudian direplikasi di desa lain,” ujar Kepala Bappeda Bangka Barat, Effendi, yang turut memberikan testimoni.
Effendi lantas menyebutkan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Jember saat menggelar KKN tematik penanganan stunting.
“Warga Desa Peradong diajari bagaimana membuat makanan sehat dan MP-ASI bagi ibu-ibu dalam kegiatan Mabar, Masak Bareng. Ada program Ayah Hebat bagi pasangan subur, pembuatan midline atau alat ukur tinggi badan hingga karnaval sehat. Kesemuanya mendukung program Pemkab Bangka Barat yang menargetkan pada tahun 2022 nanti angka prevalensi stunting menjadi 8,75 persen saja,” imbuhnya.
Di akhir paparannya, Iwan menegaskan kembali komitmen Unej mendukung program pemerintah dalam percepatan penanganan stunting, termasuk di kala pandemi Covid-19 masih mendera Indonesia.
Di antaranya dengan terus menggelar program KKN tematik yang di kala pandemi COVID-19 beralih menjadi KKN Back to Village. Dimana mahasiswa tetap melaksanakan KKN namun di daerah asalnya sendiri-sendiri dengan berbagai tema yang kontekstual dengan daerahnya.
Lihat Juga :