ICK Sebut Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Psikopat, Telusuri Rekam Digitalnya
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 12:45 WIB
Ketua ICK Gardi Gazarin mendesak Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri, serius memerintahkan Kapoles Subang Akbp Sumarni untuk segera bisa mengungkap tuntas dan menangkap pelakunya. Mengingat sudah belasan saksi diperiksa diantaranya suami korban, orang dekat dan para tetangga diperiksa. ICK menyarankan polisi untuk menelusuri jejak digital percakapan korban 24 jam sebelum terjadi pembunuhan .
Menurut Gardi Gazarin, SH dari jejak percakapan korban dengan siapa saja dia berhubungan akan membuka misteri pembunuhan ibu dan anak warga Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat itu.
Dikatakan Ketua ICK, pembantai ibu dan anak ini tergolong paling sadis di masa pandemi COVID-19. Masyarakat yang berada disekitar lokasi dan mengenal korban diminta untuk sigab membantu polisi agar kasus pembantai ini cepat terungkap. Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya yang Ditemukan Tewas Telanjang dalam Mobil, Dibunuh di Kamar
Dari segi Kamtibmas, lanjut Gardi Gazarin, pembantaian ini jelas menambah ketakutan di tengah warga karena pelakunya masih gentayangan yang dikhawatirkan gelap mata sasar korban lainnya. Dalam kasus ini ICK mendukung kinerja kepolisian agar fungsi reserse, dan intelijen benar-benar teliti dan jeli dalam menyikapi sekecil apapun informasi dari warga sekitar.
ICK menduga, pelakunya masih orang sangat dekat dengan korban sehingga secara mudah saat menghabisi nyawa kedua korban tanpa ada rasa belas kasihan. Awalnya diduga pelaku bermaksud hendak membuang korban dengan modus menghilangkan jejak dibuang di tempat tersembunyi atau seolah korban kecelakaan. Namun khawatir aksinya kepergok orang, sehingga kedua mayat dimasukkan ke dalam mobil Alpart dalam kondisi mengenaskan
Menurut Gardi Gazarin, SH dari jejak percakapan korban dengan siapa saja dia berhubungan akan membuka misteri pembunuhan ibu dan anak warga Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat itu.
Dikatakan Ketua ICK, pembantai ibu dan anak ini tergolong paling sadis di masa pandemi COVID-19. Masyarakat yang berada disekitar lokasi dan mengenal korban diminta untuk sigab membantu polisi agar kasus pembantai ini cepat terungkap. Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya yang Ditemukan Tewas Telanjang dalam Mobil, Dibunuh di Kamar
Dari segi Kamtibmas, lanjut Gardi Gazarin, pembantaian ini jelas menambah ketakutan di tengah warga karena pelakunya masih gentayangan yang dikhawatirkan gelap mata sasar korban lainnya. Dalam kasus ini ICK mendukung kinerja kepolisian agar fungsi reserse, dan intelijen benar-benar teliti dan jeli dalam menyikapi sekecil apapun informasi dari warga sekitar.
ICK menduga, pelakunya masih orang sangat dekat dengan korban sehingga secara mudah saat menghabisi nyawa kedua korban tanpa ada rasa belas kasihan. Awalnya diduga pelaku bermaksud hendak membuang korban dengan modus menghilangkan jejak dibuang di tempat tersembunyi atau seolah korban kecelakaan. Namun khawatir aksinya kepergok orang, sehingga kedua mayat dimasukkan ke dalam mobil Alpart dalam kondisi mengenaskan
Lihat Juga :