100 Musisi Bernyanyi Promosikan Keindahan Pulau Flores ke Dunia
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 05:28 WIB
Dikemas secara virtual karena masih dalam situasi pandemi COVID-19, Flores The Singing Island Festival ditayangkan pada kanal YouTube Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kemudian secara simultan disiarkan melalui kanal YouTube BPOLF dan Nestornation.
Baca juga: 57 Tahun Hilang Kontak, 2 Mantan Pengawal Jenderal Soedirman dan Moestopo Ketemu
Labuan Bajo menjadi tuan rumah festival dengan para penampil yang datang dari delegasi 8 kabupaten yang ada di Flores, NTT seperti Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur.
Festival ini melibatkan lebih dari 100 musisi yang bernyanyi di seluruh Pulau Flores, dari ujung barat yang diwakili Labuan Bajo hingga Larantuka di ujung timur. Sebut saja musisi Ivan Nestorman, Komodo Project, Jamaican Cafe, dan Ana Oki Lega.
Selain itu juga ada penyanyi Tompi, Sandi Sandoro dan Rayen Pono yang turut mengalunkan penggalan lagu Flores dalam rekaman virtual sebagai dukungan bagi kegiatan yang spektakuler ini.
"Sebuah kado untuk Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 dan menjaga semangat kebangsaan di tengah badai pandemi COVID-19," ucap penggagas festival musik ini, Ivan Nestorman.
Flores The Singing Island Virtual Festival yang ditayangkan bertepatan HUT ke-76 RI mendapatkan antusias luar biasa. Puluhan ribu penonton kanal Youtube turut meramaikan dan memberikan komentar sebagai dukungan musisi Flores untuk tetap berkarya bahkan dapat mengobati rasa rindu akan kampung halaman bagi warga Flores yang tersebar baik di penjuru Nusantara maupun luar negeri.
"Buat saya Flores bukan sekadar pulau dengan panorama alam yang indah, ada akar budaya kuat yang perlu disebarluaskan dari Flores, lewat musik, kami menjaga perdamaian dunia, menjaga kehidupan, dan menginspirasi kehidupan," kata seniman kelahiran Manggarai, Herto Bastian Abul.
Baca juga: 57 Tahun Hilang Kontak, 2 Mantan Pengawal Jenderal Soedirman dan Moestopo Ketemu
Labuan Bajo menjadi tuan rumah festival dengan para penampil yang datang dari delegasi 8 kabupaten yang ada di Flores, NTT seperti Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur.
Festival ini melibatkan lebih dari 100 musisi yang bernyanyi di seluruh Pulau Flores, dari ujung barat yang diwakili Labuan Bajo hingga Larantuka di ujung timur. Sebut saja musisi Ivan Nestorman, Komodo Project, Jamaican Cafe, dan Ana Oki Lega.
Selain itu juga ada penyanyi Tompi, Sandi Sandoro dan Rayen Pono yang turut mengalunkan penggalan lagu Flores dalam rekaman virtual sebagai dukungan bagi kegiatan yang spektakuler ini.
"Sebuah kado untuk Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 dan menjaga semangat kebangsaan di tengah badai pandemi COVID-19," ucap penggagas festival musik ini, Ivan Nestorman.
Flores The Singing Island Virtual Festival yang ditayangkan bertepatan HUT ke-76 RI mendapatkan antusias luar biasa. Puluhan ribu penonton kanal Youtube turut meramaikan dan memberikan komentar sebagai dukungan musisi Flores untuk tetap berkarya bahkan dapat mengobati rasa rindu akan kampung halaman bagi warga Flores yang tersebar baik di penjuru Nusantara maupun luar negeri.
"Buat saya Flores bukan sekadar pulau dengan panorama alam yang indah, ada akar budaya kuat yang perlu disebarluaskan dari Flores, lewat musik, kami menjaga perdamaian dunia, menjaga kehidupan, dan menginspirasi kehidupan," kata seniman kelahiran Manggarai, Herto Bastian Abul.
Lihat Juga :