Soroti Tambang Ilegal, Mahasiswa Demo di Kantor DPRD Maros
Kamis, 19 Agustus 2021 - 18:27 WIB
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Maros menyoroti sejumlah hal, termasuk tambang ilegal yang marak. Foto: Sindonews/Najmi Limonu
MAROS - Puluhan Mahasiswa yang mengatas namakan diri Gerakan Aliansi Merdeka menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Maros, Kamis (19/08/2021).
Mereka menyoroti pemerintah yang dinilai gagal dalam menangani pandemi Covid-19. Tak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti sejumlah isu lokal yang terjadi di Maros, mulai dari persoalan dugaan korupsi hingga tudingan banyaknya praktik pertambangan ilegal di sejumlah kecamatan.
Baca Juga: Tambang Ilegal Dinilai Turut Memperparah Kerusakan Lingkungan
Penanggung Jawab Aksi, Ilham mengatakan, banyak perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Marusu yang tidak memiliki analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Belum lagi banyak persoalan sampah di Marusu yang saat ini menurut mereka tidak terurus dengan baik.
“Kami meminta agar Pemerintah mau transparan dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam setiap pengambilan kebijakan. Agar pemberian izin perusahaan di Marusu ini bisa betul-betul terkontrol dan tidak merugikan masyarakat,” paparnya.
Selain itu, Mahasiswa juga menyoroti maraknya kasus penambangan liar di sejumlah kecamatan di Maros. Menurut mereka, Pemerintah Kabupaten harus berani bertindak tegas kepada para penambang liar yang merusak lingkungan.
Mereka menyoroti pemerintah yang dinilai gagal dalam menangani pandemi Covid-19. Tak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti sejumlah isu lokal yang terjadi di Maros, mulai dari persoalan dugaan korupsi hingga tudingan banyaknya praktik pertambangan ilegal di sejumlah kecamatan.
Baca Juga: Tambang Ilegal Dinilai Turut Memperparah Kerusakan Lingkungan
Penanggung Jawab Aksi, Ilham mengatakan, banyak perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Marusu yang tidak memiliki analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Belum lagi banyak persoalan sampah di Marusu yang saat ini menurut mereka tidak terurus dengan baik.
“Kami meminta agar Pemerintah mau transparan dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam setiap pengambilan kebijakan. Agar pemberian izin perusahaan di Marusu ini bisa betul-betul terkontrol dan tidak merugikan masyarakat,” paparnya.
Selain itu, Mahasiswa juga menyoroti maraknya kasus penambangan liar di sejumlah kecamatan di Maros. Menurut mereka, Pemerintah Kabupaten harus berani bertindak tegas kepada para penambang liar yang merusak lingkungan.
Lihat Juga :