Mensos dan Menko PMK Pantau Penyaluran Bantuan Sosial di Cikalongwetan
Jum'at, 29 Mei 2020 - 16:06 WIB
Namun sekarang, setelah diintensifkan progres penyerahan bantuan di Jawa Barat sudah mencapai 80%. Bantuan ini akan berlangsung sampai Desember. Tapi untuk BLT Desa sampai September dengan nominal jumlah mulai Bulan Juli berkurang jadi Rp300.000/bulan dari awalnya Rp600.000/bulan.
"Bantuan ini juga akan diberikan ke warga yang masuk ke DTKS baru disandingkan dengan data lama, dimana mereka akan mendapatkan bantuan secara reguler seterusnya," ujar dia. (BACA JUGA: Dinyatakan Sembuh, Pasien Corona di Tasikmalaya Dapat Sertifikat Sehat )
Mensos Juliari P Batubara menilai kendala yang dihadapi di lapangan dalam penyaluran bantuan sosial adalah bantuan yang serba cepat dan sinkronisasi data di lapangan. Apalagi pos bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19 ini banyak seperti dari pusat, kementerian, provinsi, kabupaten/kota, sehingga jangan sampai terjadi duplikasi.
"Soal data ini kan harus akurat di awal-awal memang sulit, sementara di sisi lain bantuan harus cepat didistribusikan. Melalui koordinasi yang baik antara pusat dan daerah akhirnya semua bisa teratasi," tutur Juliari.
Salah seorang penerima bantuan warga Ciptagumati, Sumaryati (50) mengaku menerima bantuan uang tunai Rp600.000. Rencananya uang tersebut akan dipakai untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat dirinya yang sedang sakit.
"Bantuan ini juga akan diberikan ke warga yang masuk ke DTKS baru disandingkan dengan data lama, dimana mereka akan mendapatkan bantuan secara reguler seterusnya," ujar dia. (BACA JUGA: Dinyatakan Sembuh, Pasien Corona di Tasikmalaya Dapat Sertifikat Sehat )
Mensos Juliari P Batubara menilai kendala yang dihadapi di lapangan dalam penyaluran bantuan sosial adalah bantuan yang serba cepat dan sinkronisasi data di lapangan. Apalagi pos bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19 ini banyak seperti dari pusat, kementerian, provinsi, kabupaten/kota, sehingga jangan sampai terjadi duplikasi.
"Soal data ini kan harus akurat di awal-awal memang sulit, sementara di sisi lain bantuan harus cepat didistribusikan. Melalui koordinasi yang baik antara pusat dan daerah akhirnya semua bisa teratasi," tutur Juliari.
Salah seorang penerima bantuan warga Ciptagumati, Sumaryati (50) mengaku menerima bantuan uang tunai Rp600.000. Rencananya uang tersebut akan dipakai untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat dirinya yang sedang sakit.
Lihat Juga :