Hujan Deras Landa Madiun, Jembatan Penghubung Dua Desa Ambrol
Jum'at, 29 Mei 2020 - 14:52 WIB
"Hujannya lebat sejak di hulu seperti di Desa Tileng, Blimbing dan Mendak. Selain meluap arusnya deras, posisi sungai agak memutar sehingga ada putaran air mungkin apa memakan tanah yang ada di samping jembatan," jelasnya.
Akibat ambrolnya talud jembatan sungai Nguren itu, jalan penghubung antar desa tak dapat dilalui kendaraan bermotor maupun pejalan kaki. Warga harus memutar antara tiga hingga empat kilometer menempuh jalur lain.
Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Muhamad Zahrowi sudah melakukan pengecekan lokasi sejak Kamis sore.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kedua desa terdampak dan dinas terkait agar ada solusi agar jembatan itu nanti bisa segera dilalui kembali. Untuk sementara pihaknya bersama pemerintahan Desa Ketandan dan Geger memberikan rambu peringatan bahwa jalur tak dapat dilewati pada kedua sisi jalan jembatan.
"Kita sudah ke lokasi sejak kemarin sore pasca kejadian. Kita assesment. Kita kuga koordinasi dengan pemdes Ketandan dan Geger, serta minta arahan Dinas terkait. Untuk sementara kedua sisi jalan Jembatan kami beri rambu rambu bahwa jalan tak bisa di lewati agar warga yang mau lewat tidak kecele," terang Rowi melalui sambungan telepon.
Akibat ambrolnya talud jembatan sungai Nguren itu, jalan penghubung antar desa tak dapat dilalui kendaraan bermotor maupun pejalan kaki. Warga harus memutar antara tiga hingga empat kilometer menempuh jalur lain.
Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Muhamad Zahrowi sudah melakukan pengecekan lokasi sejak Kamis sore.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kedua desa terdampak dan dinas terkait agar ada solusi agar jembatan itu nanti bisa segera dilalui kembali. Untuk sementara pihaknya bersama pemerintahan Desa Ketandan dan Geger memberikan rambu peringatan bahwa jalur tak dapat dilewati pada kedua sisi jalan jembatan.
"Kita sudah ke lokasi sejak kemarin sore pasca kejadian. Kita assesment. Kita kuga koordinasi dengan pemdes Ketandan dan Geger, serta minta arahan Dinas terkait. Untuk sementara kedua sisi jalan Jembatan kami beri rambu rambu bahwa jalan tak bisa di lewati agar warga yang mau lewat tidak kecele," terang Rowi melalui sambungan telepon.
(msd)
Lihat Juga :