Kembangkan 5G, Telkom Buka Peluang Startup Manfaatkan Laboratorium Jaringan
Senin, 16 Agustus 2021 - 09:50 WIB
"Merujuk operator seluler NTT Docomo, Jepang, yang telah dahulu masuk ke 5G, guna mencari use case yang tepat mereka telah mengembangkan lebih dari 50 vertical use case bersama pemimpin pasar seperti Sony, Xerox, Komatsu, ANA, dan seterusnya dalam skema B2B," katanya.
Dari skema B2B lalu diperluas kerjasama ke B2B2X/Business to Business to Customer di bidang manufaktur, kesehatan, kota cerdas, dan lain-lain. NTT Docomo juga bekerjasama dengan integration partner dan penyedia pasok rantai ekosistem guna selanjutnya melayani vertical market.
"Karenanya, use case lab 5G Telkom ini diharapkan dapat menjadi wahana pengembangan 5G yang ingin dikembangkan Telkom Group sehingga nantinya mekanisme penyediaan layanan 5G ke pasar tidak hanya sebagai dumb pipe (penyedia infrastruktur) saja," katanya.
Hal senada disampaikan Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Telkom Mulyadi. Sebagai badan regulator penyelenggara layanan seluler di Indonesia, saat secara simbolis melakukan kick Start Use Case Lab 5G tersebut di Jakarta, baru-baru ini. Baca juga: Telkomsel Suntik Dana keFeedloop, Startup yang Bisa Bikin UKM Cuan lewat Teknologi Hyperautomation
Riza melanjutkan, laboratorium ini juga penting karena layanan 5G memerlukan investasi mahal baik dari aspek lisensi dan infrastruktur, sehingga diperlukan suatu riset dan inovasi untuk mendapatkan lesson learnt sebelum melangkah lebih jauh.
Dari skema B2B lalu diperluas kerjasama ke B2B2X/Business to Business to Customer di bidang manufaktur, kesehatan, kota cerdas, dan lain-lain. NTT Docomo juga bekerjasama dengan integration partner dan penyedia pasok rantai ekosistem guna selanjutnya melayani vertical market.
"Karenanya, use case lab 5G Telkom ini diharapkan dapat menjadi wahana pengembangan 5G yang ingin dikembangkan Telkom Group sehingga nantinya mekanisme penyediaan layanan 5G ke pasar tidak hanya sebagai dumb pipe (penyedia infrastruktur) saja," katanya.
Hal senada disampaikan Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Telkom Mulyadi. Sebagai badan regulator penyelenggara layanan seluler di Indonesia, saat secara simbolis melakukan kick Start Use Case Lab 5G tersebut di Jakarta, baru-baru ini. Baca juga: Telkomsel Suntik Dana keFeedloop, Startup yang Bisa Bikin UKM Cuan lewat Teknologi Hyperautomation
Riza melanjutkan, laboratorium ini juga penting karena layanan 5G memerlukan investasi mahal baik dari aspek lisensi dan infrastruktur, sehingga diperlukan suatu riset dan inovasi untuk mendapatkan lesson learnt sebelum melangkah lebih jauh.
Lihat Juga :