Momentum 1 Muharram, Ketua PB Al-Washliyah: Kita Belajar dan Evaluasi Diri

Kamis, 12 Agustus 2021 - 14:06 WIB
Pria yang akrab disapa Affan ini pun mengajak, dengan momentum inilah yang juga di tengah-tengah masa berperang melawan wabah COVID-19 ini untuk mengevaluasi diri sejauh apa kegunaan seseorang ini hadir di dalam kehidupan sehari-harinya. Menurutnya, inilah momentum yang terbaik bagi seseorang untuk melakukan evaluasi diri

“Setiap manusia itu memang memiliki daya pikir dan pendapatyangberbeda-beda. Tetapi yang harus disikapi adalah bagaimana menjadikan satu irisan perbedaan pendapat ini menjadi satu persamaan pendapat,” ucap pria yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (PB FKAPHI) itu.

Oleh sebab itu, dia menyebut bahwa tahun baru Islam ini harus bisa menjadi momentum untuk semangat peradaban dengan persaudaraan ke-Islaman dalam menghadapi problematika bangsa dengan melangkah bersama untuk menggapai satu persamaan.

Seluruh komponen bangsa bersama-sama berkomitmen di dalam mencapai tujuan daripada negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undnag Dasar (UUD) 1945.

"Di mana dalam UUD 1945 itu sudah dijelaskan tujuan bernegara itu yangpertamaadalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia."

"Yang kedua adalah membangun kesejahteraan umum, lalu yangketiga,mencerdaskan kehidupan bangsa; dan yangkeempatyakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," lanjutnya Affan.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa para pejuang dan parafounding fathersbangsa ini berasal dari berbagai suku, agama, ras dan kelompok atau golongan yang berbeda-beda. Namun saat ini muncul beberapa pemikiran yang mencoba untuk meluluhlantakkan pemikiran yang sudah ada. Oleh karena itu menurut Affan, sebagai warga bangsa yang mengerti tentang sejarah, mengerti tentang peradaban bangsa maka harus berbicara dan menyampaikan kesejarahan sebelum kemerdekaan, setelah kemerdekaan sampai dengan sekarang ini.

"Inilah yang perlu kita gencarkan kepada generasi seterusnya bahwa tidak ada sebenarnya problematika yang harus kita usung sebagai satu persoalan, apalagi dengan mengcover perbedaan-perbedaan antar SARA," ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!