PPKM Level 4 di Kota Makassar Harus Dibarengi Penguatan 3T
Kamis, 12 Agustus 2021 - 08:23 WIB
Selain itu, Prof Ridwan juga mengungkapkan hal lain yang perlu dibenahi yaitu daerah harus mampu memusatkan tempat isolasi agar masyarakat yang menjadi suspek bisa terakomodir dengan baik.
"Hal yang perlu dibenahi itu juga dengan mengurangi isoman. Isomannya diarahkan ke tempat isolasi terpusat, supaya termonitor dengan baik," lanjutnya.
Adapun, angka Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi di Sulsel mulai sedikit menurun dari 59,07% (4/8) menjadi 55,09% (10/8). Meski demikian, kasus kematian justru mengalami peningkatan dari 1,67% menjadi 1,71%.
"Jadi ada memang penurunan sekitar untuk BOR isolasi. Dari sisi angka kematian memang 1,5% sekarang 1,7% ada peningkatan. Kematian rata-rata harian untuk Sulsel 20-25 satu hari," ucapnya.
Sejalan, Epidemiolog lainnya, Ansariadi juga menganggap penerapan PPKM belum begitu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kasus, khususnya di Kota Makassar. Dia mengatakan angka positif rate Kota Makassar masih terpaut 30-40%.
Tercatat sejak pekan ke-80 Covid-19 tepatnya penerapan pertama kali jam malam dan PPKM, kasus mingguan terus tumbuh, dari 860 pada pekan 80, kemudian naik 1481 pada pekan 81, kembali naik 1.874 pada pekan 82, selanjutnya 2.445 pada pekan 83, 3.098 pada pekan 84 dan 2551 pada pekan 85.
"Kalau melihat grafik yang ada saat ini, belum nampak ada perubahan yang signifikan, (penurunan kasus)," ujar Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas itu.
"Hal yang perlu dibenahi itu juga dengan mengurangi isoman. Isomannya diarahkan ke tempat isolasi terpusat, supaya termonitor dengan baik," lanjutnya.
Adapun, angka Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi di Sulsel mulai sedikit menurun dari 59,07% (4/8) menjadi 55,09% (10/8). Meski demikian, kasus kematian justru mengalami peningkatan dari 1,67% menjadi 1,71%.
"Jadi ada memang penurunan sekitar untuk BOR isolasi. Dari sisi angka kematian memang 1,5% sekarang 1,7% ada peningkatan. Kematian rata-rata harian untuk Sulsel 20-25 satu hari," ucapnya.
Sejalan, Epidemiolog lainnya, Ansariadi juga menganggap penerapan PPKM belum begitu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kasus, khususnya di Kota Makassar. Dia mengatakan angka positif rate Kota Makassar masih terpaut 30-40%.
Tercatat sejak pekan ke-80 Covid-19 tepatnya penerapan pertama kali jam malam dan PPKM, kasus mingguan terus tumbuh, dari 860 pada pekan 80, kemudian naik 1481 pada pekan 81, kembali naik 1.874 pada pekan 82, selanjutnya 2.445 pada pekan 83, 3.098 pada pekan 84 dan 2551 pada pekan 85.
"Kalau melihat grafik yang ada saat ini, belum nampak ada perubahan yang signifikan, (penurunan kasus)," ujar Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas itu.
Lihat Juga :