Diduga Kuasai Tanah Milik Orang Lain, UBD Palembang Digugat
Senin, 09 Agustus 2021 - 17:58 WIB
"Kami telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Palembang dengan tergugat empat orang tergugat dari Yayasan Bina Darma Palembang diantaranya UBD Palembang itu sendiri, Sunda Ariana, Linda Usriana, Fery Corly, Ade Kemala Jaya dan Bank Syariah Indonesia sebagai turut tergugat karena terdapat lebih kurang 30 bukti kepemilikan kliennya dijadikan agunan oleh Yayasan Bina Darma Palembang, dimana uang tersebut masuk ke rekening kampus," ungkapnya.
Dijelaskan Wahyudi, perbuatan melawan hukum yang dilakukan para tergugat adalah telah menguasai tanah dan bangunan, baik secara fisik maupun secara data yuridis (sertifikat), karena selama ini sertifikat asli disimpan Prof Buchori Rachman.
"Oleh karenanya, tiga orang yang namanya terdaftar dalam bukti kepemilikan tanah mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum atas kepemilikan tanah dan bangunan yang sampai saat ini dikuasai oleh Yayasan Bina Darma Palembang dan perguruan tinggi itu," jelasnya.
Wahyudi juga mengatakan, seluruh dokumen asli kepemilikan hak atas tanah dan bangunan tersebut sengaja disimpan di lemari brankas ruangan Kepala Keuangan UBD Palembang.
"Itu dilakukan agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan operasional UBD Palembang dan Yayasan Bina Darma Palembang yang didirikannya bersama para penggugat yang merupakan pemilik tanah dan bangunan, serta bersama sama mengelola Yayasan Bina Darma Palembang dan UBD," kata Wahyudi.
Dijelaskan Wahyudi, perbuatan melawan hukum yang dilakukan para tergugat adalah telah menguasai tanah dan bangunan, baik secara fisik maupun secara data yuridis (sertifikat), karena selama ini sertifikat asli disimpan Prof Buchori Rachman.
"Oleh karenanya, tiga orang yang namanya terdaftar dalam bukti kepemilikan tanah mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum atas kepemilikan tanah dan bangunan yang sampai saat ini dikuasai oleh Yayasan Bina Darma Palembang dan perguruan tinggi itu," jelasnya.
Wahyudi juga mengatakan, seluruh dokumen asli kepemilikan hak atas tanah dan bangunan tersebut sengaja disimpan di lemari brankas ruangan Kepala Keuangan UBD Palembang.
"Itu dilakukan agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan operasional UBD Palembang dan Yayasan Bina Darma Palembang yang didirikannya bersama para penggugat yang merupakan pemilik tanah dan bangunan, serta bersama sama mengelola Yayasan Bina Darma Palembang dan UBD," kata Wahyudi.
Lihat Juga :