Pria Muda dan Balita di Tegal Berstatus PDP Corona Meninggal Dunia
Selasa, 21 April 2020 - 10:40 WIB
Saat menjalani masa isolasi mandirinya di rumah, kat Joko, pasien sempat mengalami sesak napas dan demam. Pasien masuk RSUD lagi, Minggu (19/4/2020) malam, sebelum akhirnya meninggal dunia pagi tadi.
Sementara untuk pasien kedua, masuk ke RSUD dr. Soeselo pada hari ini, Senin (20/4) pukul 03.32 WIB dengan keluhan kejang, demam dan suhu 38,6 derajat Celcius.
“Hasil tracking pada keluarga pasien diketahui ada riwayat kontak erat dengan pamannya yang baru pulang dari Jakarta. Karena ada riwayat tersebut, pihak rumah sakit kemudian menetapkan status pasien balita ini sebagai PDP,” ujarnya.
Joko menuturkan, pemeriksaan swab pada pasien dewasa sudah dilakukan jauh hari sebelumnya, tapi hasilnya sampai sekarang belum keluar. Sedangkan untuk pasien balita baru hari ini dilakukan pengambilan sample swab.
Belum adanya hasil pemeriksaan swab tersebut menjadikan pihaknya tidak bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya kedua PDP tersebut. “Sebelum ada hasil pemeriksaan swab yang menunjukkan tanda positif, maka kita tidak bisa menyatakan yang bersangkutan meninggal karena infeksi Covid-19,” katanya.
Sementara untuk pasien kedua, masuk ke RSUD dr. Soeselo pada hari ini, Senin (20/4) pukul 03.32 WIB dengan keluhan kejang, demam dan suhu 38,6 derajat Celcius.
“Hasil tracking pada keluarga pasien diketahui ada riwayat kontak erat dengan pamannya yang baru pulang dari Jakarta. Karena ada riwayat tersebut, pihak rumah sakit kemudian menetapkan status pasien balita ini sebagai PDP,” ujarnya.
Joko menuturkan, pemeriksaan swab pada pasien dewasa sudah dilakukan jauh hari sebelumnya, tapi hasilnya sampai sekarang belum keluar. Sedangkan untuk pasien balita baru hari ini dilakukan pengambilan sample swab.
Belum adanya hasil pemeriksaan swab tersebut menjadikan pihaknya tidak bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya kedua PDP tersebut. “Sebelum ada hasil pemeriksaan swab yang menunjukkan tanda positif, maka kita tidak bisa menyatakan yang bersangkutan meninggal karena infeksi Covid-19,” katanya.
Lihat Juga :