Diprakarsai Presiden Soekarno, Nostalgia Naik Bemo Meski Duduk Berdesakan

Minggu, 08 Agustus 2021 - 05:30 WIB
Masyarakat memilih kendaraan Bemo karena lebih cepat dan efektif dibandingkan dengan pendahulunya, yakni becak. Karena, becak hanya mengandalkan tenaga penggoesnya. Sedangkan bemo menggunakan mesin tentu lebih cepat.

Transportasi andalan masyarakat pada zamannya itu juga sempat digunakan dalam ajang Games of The New Emerging Forces (Ganefo), pekan olahraga antarnegara "kekuatan baru dunia" yang diprakarsai Presiden Soekarno pada akhir tahun 1962.

Setelah Asian Games selesai, jumlah bemo kemudian diperbanyak sebagai moda transportasi di Ibu Kota. Baca juga: Menhub Dorong Kota Bogor Wujudkan Tranportasi Umum Buy The Service

Bemo yang pada awalnya beroperasi bak taksi, dan kemudian dibatasi daerah operasinya di jalur-jalur tertentu. Hingga akhirnya tersingkir ke rute-rute khusus yang tidak ada bus kota. Kini, Bemo sudah langka ditemui bahkan nyaris punah.

Namun sayang, kehadiran bemo yang tadinya untuk menggantikan becak tidak berhasil. Karena, kehadiran bemo tidak didukung dengan rencana yang matang. Kendaraan roda tiga ini juga tidak hanya hadir di Jakarta, tetapi juga di kota-kota lain seperti Bogor, Bandung, Surabaya, Malang, Padang, Denpasar, Surakarta dan lainnya.



Bemo pertama kali dikenalkan di Ibu Kota Jakarta pada awal 1962. Namun, bemo mulai tersingkir pada tahun 1971. Hal itu dimulai dari Jakarta yang disusul dengan wilayah Surabaya, Surakarta, dan Malang pada tahun yang sama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!