Anies: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Tersisa 19 Ribu, Lebih Rendah dari Puncak Gelombang Pertama
Sabtu, 31 Juli 2021 - 18:53 WIB
Tren kematian pada warga yang menjalani isolasi mandiri juga berkurang. Saat ini kurang dari 5 per hari, dimana sebelumnya pernah sampai 75 kematian sehari.
"Jadi kita menyaksikan penurunan. Begitu juga dengan tren keterisian rumah sakit, turun menjadi sekitar 70%. Lalu antrean IGD juga sudah terurai," katanya.
Baca juga: Anies: Selama Anda Manusia, Anda Sehat, Bisa Divaksin di Jakarta
Positivity rate juga turun, saat ini kita berada di kisaran 15%, sementara di saat puncak puncak dulu Jakarta pernah mencapai angka 45%.
"Ini semua adalah hasil usaha begitu banyak pihak, termasuk kita semua, seluruh masyarakat yang mengurangi mobilitas menjaga protokol kesehatan dengan amat ketat selama masa PPKM Darurat kali ini. Saya ingin menyampaikan pada semuanya, terima kasih. Apresiasi ini adalah hasil kerja bersama kita semua sehingga kita bisa sama-sama menekan mengurangi dan alhamdulillah bisa sampai pada fase seperti saat ini," tutur Anies.
"Jadi kita menyaksikan penurunan. Begitu juga dengan tren keterisian rumah sakit, turun menjadi sekitar 70%. Lalu antrean IGD juga sudah terurai," katanya.
Baca juga: Anies: Selama Anda Manusia, Anda Sehat, Bisa Divaksin di Jakarta
Positivity rate juga turun, saat ini kita berada di kisaran 15%, sementara di saat puncak puncak dulu Jakarta pernah mencapai angka 45%.
"Ini semua adalah hasil usaha begitu banyak pihak, termasuk kita semua, seluruh masyarakat yang mengurangi mobilitas menjaga protokol kesehatan dengan amat ketat selama masa PPKM Darurat kali ini. Saya ingin menyampaikan pada semuanya, terima kasih. Apresiasi ini adalah hasil kerja bersama kita semua sehingga kita bisa sama-sama menekan mengurangi dan alhamdulillah bisa sampai pada fase seperti saat ini," tutur Anies.
(thm)
Lihat Juga :