Polisi Curigai Makelar Kremasi di Jakbar Bergerak Perorangan dan Yayasan

Selasa, 27 Juli 2021 - 18:56 WIB
Mereka ada yang bergerak secara perorangan maupun dalam bentuk yayasan. Adapun tugas mereka menjadi penghubung antara keluarga jenazah ke rumah duka. "Tapi, yayasan kecil engga punya rumah duka," ujarnya.

Baca juga: Biaya Kremasi Pasien Covid-19 Capai Puluhan Juta, Polres Jakbar Periksa Pemilik Yayasan

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, polisi mencurigai dugaan praktik percaloan dalam kasus kremasi. Hingga saat ini Polres Metro Jakarta Barat belum menerima laporan korban dugaan praktik kremasi. "Kami masih terus melakukan upaya penyelidikan terkait dugaan praktik kremasi tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono.

Diketahui, sebuah pesan berantai berisi kuitansi kartel kremasi viral di masyarakat. Dalam kuitansi itu tertulis atas nama Martin asal Jakarta Barat. Dia mengaku diperas Rp80 juta oleh sindikat kartel kremasi untuk mengkremasi ibunya yang meninggal dunia di rumah sakit pada Senin (12/7/2021).
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!