Stok Oksigen Terus Bertambah, Angka Pemakaman COVID-19 Mulai Menurun

Senin, 26 Juli 2021 - 18:26 WIB
“Rinciannya, tanggal 22 Juli jumlah kasus yakni 149 orang, kemudian turun pada tanggal 23 Juli 105 orang. Lalu keesokan harinya angka kasus semakin menurun menjadi 97 kasus. Dan per kemarin, angka kasus sekitar 98 jenazah yang dimakamkan secara prokes. Jadi memang ada penurunan angka kematian yang dimakamkan secara prokes,” ungkapnya.

Makanya, ia bersama jajaran pemkot terus melakukan berbagai upaya preventif untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Termasuk percepatan vaksinasi di berbagai kalangan agar tercipta herd immunity. Tak hanya itu, Eri juga menegaskan, apabila ada warga yang terpapar maka diminta untuk mau melakukan isolasi mandiri di Rumah Sehat yang sudah disiapkan di tingkat kelurahan.

Menurutnya, itu menjadi penting dilakukan, agar tidak ada penularan kepada anggota keluarga lain maupun tetangga sekitar.“Seperti di perkampungan kalau ada yang sakit, ya harus di tempat beda. Biar keluarga tidak tertular . Itu yg harus diberi pengertian,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Jawa Timur, Arif Afandi menuturkan, setekah ditelusuri saat ini ternyata pemkot membutuhkan peti mati dan oksigen. Makanya ia bersama anggota Kagama Jawa Timur langsung bergerak membantu. Awalnya, dia memberikan 50 peti mati dan tiga ribu tabung oksigen masing-masing enam kubik.

“Tetapi kami siap membantu lagi apabila diperlukan. Untuk oksigennya itu, kita produksi 40 ton liquid oksigen. Dapat dukungan dari PT Samator dan Petrokimia Gresik.” katanya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!