Kasus COVID-19 di Jawa Timur Melonjak, Gubernur Khofifah Pilih Lockdown Skala Mikro
Rabu, 23 Juni 2021 - 08:30 WIB
Kasus COVID-19 di Jawa Timur meningkat, Gubernur pilih lockdown skala mikro
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan tidak akan memilih opsi lockdown menyusul meningkatkan kasus COVID-19 di Jatim. Penambahan kasus tertinggi utamanya berasal dari Kabupaten Bangkalan.
Berdasarkan data dari laman infocovid19.jatimprov.go.id, pada Selasa (22/6/2021), jumlah kasus COVID-19 di Jatim bertambah 746. Sehingga totalnya menjadi 165.013 kasus. Jumlah total sembuh sebanyak 147.660 kasus dan meninggal dunia 12.231 kasus.
Baca juga: Delapan Desa di Bangkalan Lakukan Pengetatan PPKM Mikro
Bangkalan menyumbang sebanyak 78 kasus baru. Disusul Surabaya 71 kasus, Banyuwangi 61 kasus, Ngawi 35 kasus, Kabupaten Mojokerto 33 kasus, Jember 24 kasus, Kabupaten Madiun 24 kasus, Sidoarjo 24 kasus dan Magetan 23 kasus. "Ndak, ndak (tidak lockdown," kata Khofifah, Selasa (22/6/2021).
Berdasarkan data dari laman infocovid19.jatimprov.go.id, pada Selasa (22/6/2021), jumlah kasus COVID-19 di Jatim bertambah 746. Sehingga totalnya menjadi 165.013 kasus. Jumlah total sembuh sebanyak 147.660 kasus dan meninggal dunia 12.231 kasus.
Baca juga: Delapan Desa di Bangkalan Lakukan Pengetatan PPKM Mikro
Bangkalan menyumbang sebanyak 78 kasus baru. Disusul Surabaya 71 kasus, Banyuwangi 61 kasus, Ngawi 35 kasus, Kabupaten Mojokerto 33 kasus, Jember 24 kasus, Kabupaten Madiun 24 kasus, Sidoarjo 24 kasus dan Magetan 23 kasus. "Ndak, ndak (tidak lockdown," kata Khofifah, Selasa (22/6/2021).
Lihat Juga :