Kasus COVID-19 di Jawa Timur Melonjak, Gubernur Khofifah Pilih Lockdown Skala Mikro

Rabu, 23 Juni 2021 - 08:30 WIB
Orang nomor satu di Jatim itu lebih memilih opsi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro secara ketat. Bila ada sebuah klaster di sebuah daerah, maka akan dilakukan mikro lockdown. Seperti yang diterapkan di Kota Pasuruan, Malang, Bangkalan, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Ngawi dan Kabupaten serta Kota Madiun. "Kalau PPKM pengetatan itu berarti di titik yang terkonfirmasi zona COVID-19 oranye dan merah,” ujarnya.

Menurut Khofifah, PPKM mikro telah diterapkan di seluruh 38 kabupaten/kota di Jatim. “Jadi, semua menerapkan PPKM. Sekarang penegakkan PPKM di masing-masing daerah. Kalau ada pengetatan, ada jam malam, nah penegakannya di kabupaten/kota. Kita juga selalu koordinasi terus dengan 38 kabupaten/kota,” pungkasnya.

Baca juga: Miris! Jadi Korban PHK, Sarjana Ekonomi di Mojokerto Edarkan Ekstasi di Pil Koplo

Data data dari laman infocovid19.jatimprov.go.id juga menunjukkan, Case Recovery Rate di Jatim mencapai 89,48% dan Case Fatality Rate 7,41%. Pasien bergerjala bergejala sebanyak 79.593 kasus dan tanpa gejala 85.420 kasus. Sementara yang meninggal karena COVID-19 sebanyak 10.728 kasus dan meninggal karena penyakit lain dan positif COVID-19 sebanyak 1.503 kasus.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!