10 Masalah Layanan Transportasi yang Sering Diadukan Warga Jakarta Selama Pandemi COVID-19
Sabtu, 12 Juni 2021 - 22:01 WIB
Ketiga, Lamanya headway (waktu tunggu armada) menyebabkan penumpukan penumpang dalam halte/stasiun. Pengguna transportasi publik mengeluhkan mengenai informasi kedatangan serta informasi di PIS dan aplikasi yang tidak sesuai.
Keempat, Tidak optimalnya penerapan physical distancing dalam moda transportasi publik. Masyarakat mengeluhkan kurang optimal physical distancing dalam moda transportasi publik akibat penumpukan penumpang.
Kelima, Kurangnya kesadaran penerapan protokol kesehatan dari awak angkutan umum reguler. Sering ditemui awak angkuran umum reguler tidak menggunakan masker dan membiarkan jumlah penumpang melebihi kapasitas.
Keenam, Kebijakan dan jam operasional transportasi publik yang tidak konsisten. Padahal masalah ini sangat berdampak masyarakat pengguna transportasi publik. Kondisi ini diperburuk dengan penyebaran informasi yang cenderung tidak merata sehingga masyarakat kebingungan dan perlu adaptasi kembali.
Ketujuh, Kenaikan tarif Angkutan Umum reguler secara sepihak. Kondisi ini dipengaruhi kebijakan physical distancing dan rendahnya pengawasan institusi terkait. (Baca juga; Raih Pahlawan Transportasi Dunia, Anies Puji Pejalan Kaki dan Pengguna Transportasi Publik )
Keempat, Tidak optimalnya penerapan physical distancing dalam moda transportasi publik. Masyarakat mengeluhkan kurang optimal physical distancing dalam moda transportasi publik akibat penumpukan penumpang.
Kelima, Kurangnya kesadaran penerapan protokol kesehatan dari awak angkutan umum reguler. Sering ditemui awak angkuran umum reguler tidak menggunakan masker dan membiarkan jumlah penumpang melebihi kapasitas.
Keenam, Kebijakan dan jam operasional transportasi publik yang tidak konsisten. Padahal masalah ini sangat berdampak masyarakat pengguna transportasi publik. Kondisi ini diperburuk dengan penyebaran informasi yang cenderung tidak merata sehingga masyarakat kebingungan dan perlu adaptasi kembali.
Ketujuh, Kenaikan tarif Angkutan Umum reguler secara sepihak. Kondisi ini dipengaruhi kebijakan physical distancing dan rendahnya pengawasan institusi terkait. (Baca juga; Raih Pahlawan Transportasi Dunia, Anies Puji Pejalan Kaki dan Pengguna Transportasi Publik )
Lihat Juga :