Kisah Seorang Penyandang Disabilitas yang Masuk 10 Besar Lomba Ikan Cupang Dunia Numero Uno 2021
Rabu, 09 Juni 2021 - 14:14 WIB
Baca : Ikan Cupang Giant Banyak Dicari karena Bentuk, Ukuran Serta Warna yang Unik
Dalam perlombaan itu ada delapan negara yang ikut serta yakni, Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, Chili, 96 kategori lomba dan diikuti oleh 1818 ikan cupang dari delapan negara tersebut.
Dan dia mengikuti empat kategori yakni, Ikan cupang Halfmoon orange solid doubel tel, Ikan cupang Halfmoon junior multi dan Ikan cupang Fond And finte FNF. Supri berhasil merebut 10 besar dalam kategori Ikan Cupang Halfmood Orange Solid Dauble Tel, yang menjadi kebanggan untuk Indonesia khususnya Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Supri juga menceritakan bahwa awal dia bisa mengikuti perlombaan ikan cupang tingkat dunia ini bermula dari saat dia tertipu saat menjual ikan cupang melalui media sosial (medsos) instagram. Lalu dari sana dia berkenalan pemain ikan cupang asal Surabaya bernama ko Ferdinand Betta Liano yang sempat bertanya terkait dia tertipu penjualan ikan cupang.
Kemudian Ko Ferdinand memberikan ikan cupang miliknya dan berapapun nantinya ikan cupang itu laku maka itu menjadi miliknya. Lalu dua bulan sebelum perlombaan ikan cupang Numiro Uno di Bali, dia di telepon oleh Ko Tomi Wong untuk mengikuti lomba itu di Bali. Hingga akhirnya ia mendapatkan peringkat 10 besar dunia.
Dalam perlombaan itu ada delapan negara yang ikut serta yakni, Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, Chili, 96 kategori lomba dan diikuti oleh 1818 ikan cupang dari delapan negara tersebut.
Dan dia mengikuti empat kategori yakni, Ikan cupang Halfmoon orange solid doubel tel, Ikan cupang Halfmoon junior multi dan Ikan cupang Fond And finte FNF. Supri berhasil merebut 10 besar dalam kategori Ikan Cupang Halfmood Orange Solid Dauble Tel, yang menjadi kebanggan untuk Indonesia khususnya Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Supri juga menceritakan bahwa awal dia bisa mengikuti perlombaan ikan cupang tingkat dunia ini bermula dari saat dia tertipu saat menjual ikan cupang melalui media sosial (medsos) instagram. Lalu dari sana dia berkenalan pemain ikan cupang asal Surabaya bernama ko Ferdinand Betta Liano yang sempat bertanya terkait dia tertipu penjualan ikan cupang.
Kemudian Ko Ferdinand memberikan ikan cupang miliknya dan berapapun nantinya ikan cupang itu laku maka itu menjadi miliknya. Lalu dua bulan sebelum perlombaan ikan cupang Numiro Uno di Bali, dia di telepon oleh Ko Tomi Wong untuk mengikuti lomba itu di Bali. Hingga akhirnya ia mendapatkan peringkat 10 besar dunia.
Lihat Juga :